Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pendidikan gender upaya awal turunkan angka KDRT di Papua
  • Minggu, 02 Oktober 2016 — 20:13
  • 2141x views

Pendidikan gender upaya awal turunkan angka KDRT di Papua

“Karena itu tahun ini Kementerian PP-PA melatih 340 pendamping Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) yang tersebar di 34 provinsi, 68 kabupaten dan kota, serta 132 desa dan kelurahan,” jelasnya pada Pelatihan Fasilitator Pendidikan Kesetaraan Gender untuk Keluarga di Provinsi Papua di Jayapura Sabtu (1/10/2016).
Peserta Pelatihan saat foto bersama dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise. – Jubi/ Etti
Angela Flassy
Editor : Syofiardi

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Pendidikan gender sangat dibutuhkan untuk mencegah kekerasan dan menurunkan angka kekerasan baru di Papua. Itu salah satu upaya menekan angka Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap perempuan dan anak yang masih tinggi di Papua.

Kepala Sub Bidang Fasilitasi Gender dalam Pembangunan Keluarga, Asdep Kesetaraan Gender Bidang Pendidikan, Kesehatan, dan Pembangunan Keluarga, Armi Susilowati mengatakan, berdasarkan data survei 2013 pada kelompok umur 18-24 tahun menunjukkan satu dari dua laki-laki dan satu dari enam perempuan setidaknya mengalami salah satu pengalaman kekerasan seksual, fisik, atau emosional sebelum berumur 18 tahun.

“Karena itu tahun ini Kementerian PP-PA melatih 340 pendamping Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) yang tersebar di 34 provinsi, 68 kabupaten dan kota, serta 132 desa dan kelurahan,” jelasnya pada Pelatihan Fasilitator Pendidikan Kesetaraan Gender untuk Keluarga di Provinsi Papua di Jayapura Sabtu (1/10/2016).

Pelatihan berlangsung selama 7 hari, 28 September sampai 4 Oktober 2016. Kepada 60 peserta diharapkan bisa menularkan ilmu yang diperolehnya kepada para aktivis desa dan menerapkannya pada masyarakat di kampung.

Pelatihan, kata Armi, telah dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan. Diharapkan tahun berikutnya pemerintah provinsi, serta kabupaten dan kota, terutama Pusat Pembinaan dan Pengembangan Wanita Gereja Kristen Injili (P3W GKI) Provinsi Papua dapat melanjutkan pengembangan model PATBM tersebut.

Menurutnya, pencegahan kekerasan merupakan bagian yang sangat penting, karena akan menurunkan jumlah kekerasan baru dan menurunkan jumlah kekerasan berulang dengan segala manfaatnya.

Koordinator fasilitator dari Rifka Annisa Yogyakarta,  Fitri Indra Harjanti mengatakan, kerapuhan keluarga yang terjadi di tanah Papua, khususnya Jayapura, erat kaitannya dengan nilai dan norma gender yang berdampak pada siklus perilaku kekerasan.(*)

loading...

Sebelumnya

Selanjutnya

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34081x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19538x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17710x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe