Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Kantor komisi pemilihan dipindah karena ancaman perang suku
  • Selasa, 25 April 2017 — 15:33
  • 1117x views

Kantor komisi pemilihan dipindah karena ancaman perang suku

Kantor Komisi Pemilihan Umum Ambum dipindah sementara ke kota Wabag karena adanya ancaman perang suku yang terjadi di stasiun Kompiam, provinsi Enga.
Ilustrasi perang antarsuku/dailymail.co.uk
Post Courier
Editor : Lina Nursanty
LipSus
Features |
Rabu, 19 Desember 2018 | 06:43 WP
Features |
Selasa, 18 Desember 2018 | 16:32 WP
Features |
Senin, 17 Desember 2018 | 13:10 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Ambum, Jubi – Kantor Komisi Pemilihan Umum Ambum dipindah sementara ke kota Wabag karena adanya ancaman perang suku yang terjadi di stasiun Kompiam, provinsi Enga. Salah seorang aparat komisi pemilihan di Kompiam, Beto Pokale mengatakan bahwa seluruh kandidat calon anggota legislatif yang mengurus proses pencalonan terpaksa harus pergi ke Wabag.

Ancaman perang antarsuku itu merebak antara suku Yawan dan Tinalapin yang berlokasi di dekat stasiun Kompiam. Dari semula, kedua suku tersebut memang sudah dalam keadaan tegang. Penyelenggaraan pemilu diperkirakan bisa menyulut bentrokan antara kedua suku tersebut kembali.

Peristiwa bentrokan antarsuku itu dipicu oleh aksi balas dendam yang ternyata tak hanya menelan korban dari kedua suku bertikai, melainkan juga orang lain yang ada di stasiun Kompiam dan berdekatan dengan distrik suku-suku bertikai.

Akibat bentrokan tersebut, suasana kota menjadi mencekam. Seluruh kantor pemerintahan tutup dan warga yang tinggal di sekitar area bentrokan dievakuasi untuk menghindari jatuhnya korban tambahan.

Pokale menyatakan bahwa tidak ada area di sekitar kantor KPU Ambum yang tergolong aman dari ancaman perang suku. Oleh karena itu, ia dan keempat asistennya memilih pindah ke Wabag di mana mereka bisa melanjutkan proses pencalonan kandidat dengan aman.

Di kantor sementara ini, penyelenggara pemilu akan menerima biaya pencalonan dari para caleg yang mendaftar.

Kepolisian Enga telah berusaha keras menghentikan perkelahian tersebut. Namun, suku-suku bertikai menggunakan senjata api yang mereka peroleh dari penyelundupan dari provinsi Sepik.

Pokale mengimbau agar pemimpin distrik Kompiam seperti halnya anggota legislatif John Pundari untuk ikut campur menghentikan perkelahian yang telah menelan korban hingga 25 orang itu. Dikhawatirkan, konflik akan terus berlanjut dan menelan lebih banyak korban. **

loading...

Sebelumnya

12 negara/organisasi kirim misi pengawasan pemilu PNG

Selanjutnya

Pernikahan sesama jenis meningkat di Mariana Utara

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23584x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19236x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15685x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12755x views
Domberai |— Senin, 10 Desember 2018 WP | 10868x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe