Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. PKP3N belajar pariwisata di Pulau Lombok
  • Rabu, 26 April 2017 — 18:12
  • 1632x views

PKP3N belajar pariwisata di Pulau Lombok

"Tahun lalu memang di Bali, anak-anak belajar tentang perlindungan budaya adat Penglipuran. Namun untuk tahun ini dilakukan di Pulau Lombok guna mempelajari kepariwisataan sehingga ada gambaran bagaimana mengembangkan pariwisata di Papua khususnya di Kota Jayapura," katanya.
Mahasiswa Program Khusus Putra-Putri Port Numbay (PKP3N) saat mendapatkan materi – Jubi/ist.
Roy Ratumakin
Editor : Syofiardi
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 00:09 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Program Khusus Putra-Putri Port Numbay (PKP3N) kerjasama Pemerintah Kota Jayapura dengan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga pada tahun 2016 lalu melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di pulau dewata, Bali. Kali ini PKL-nya di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menurut Koordinator Program Beasiswa Port Numbay, Nurhadi kepada Jubi, Rabu (26/4/2017) melalui sambungan telepon selulernya mengatakan untuk 2017, PKL dipusatkan di Nusa Tenggara Barat tepatnya di Pulau Lombok.

"Tahun lalu memang di Bali, anak-anak belajar tentang perlindungan budaya adat Penglipuran. Namun untuk tahun ini dilakukan di Pulau Lombok guna mempelajari kepariwisataan sehingga ada gambaran bagaimana mengembangkan pariwisata di Papua khususnya di Kota Jayapura," katanya.

Dikatakan, PKL ini adalah salah satu study eksekursi (lapangan-red) bagi mahasiswa PKP3N Salatiga yang diikuti sebanyak 79 mahasiswa angkatan 2013 hingga 2016.

"Kenapa pilihannya Lombok, karena kemajuan industri pariwisata di sana yang mulai tersohor sehingga anak-anak kita bisa memiliki mindset ke depan terkait dengan pariwisata," ujarnya.

Nurhadi menambahkan, 31 tahun lalu Lombok bukan apa-apa, namun daerah tersebut mempunyai modal alam, kerajinan dan budaya yang eksotis. Dan daerah tersebut juga tidak punya SDA mineral yang sama seperti KotaJayapura. Kota batas timur ini hanya mengandalkan jasa perdagangan dankeindahan alam serta eksotisme budaya.

“Ini yang akan dipelajari oleh anak-anak kita di sana, nah bagaimana pariwisata menjadi leading sector,” katanya.
 
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, I Wayan Mudiasya mengatakan, mahasiswa penerima beasiswa PKP3N harus belajar dengan baik karena pemerintah mengeluarkan dana besar untuk membiayai calon pemimpin Tanah Tabi ini.

“Kami minta manfaatkan waktu dan kesempatan dengan baik, agar kelak bisa menjadi pemimpin untuk menggantikan kami,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Paud Yayasan Papua Kasih terapkan metode belajar berbeda

Selanjutnya

37 warga meninggal akibat diare, dimana keberadaan pemerintah daerah?

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 33889x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17880x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17088x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe