Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Domberai
  3. PSPL Sorong lepas 130 tukik ke laut
  • Sabtu, 29 April 2017 — 10:24
  • 4079x views

PSPL Sorong lepas 130 tukik ke laut

"Telur penyu selalu beda waktu penelurannya,” katanya. 
Pelepasan tukik di Pantai Sautolo, Malaumkarta, Kabupaten Sorong – Jubi/Niken 
Florence Niken
Editor : Timoteus Marten
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Sorong, Jubi – Loka Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (PSPL) Sorong, Papua Barat melepaskan 130 tukik (anak penyu) ke laut. 

Pelepasan ratusan tukik di Malaumkarta, Kabupaten Sorong, Rabu (26/4/2017) itu merupakan pertama kali dilakukan di daerah tersebut.

Hal tersebut dilakukan untuk memberikan pemahaman pentingnya penyu bagi ekosistem dan semakin terancamnya tempat peneluran penyu di Pulau Um. 

Kepala Kampung Sauto, Yulius Kalami mengatakan, yang dilepas adalah telur yang diambil dari sarang asli penyu di Pulau Um lalu direlokasi oleh pemuda gereja ke pantai di Sautolo. Yang dilepas 130 tukik dari jenis lekang. 

“Ini diambil dari sarang asli yang ada di pantai pulau Um dan dipantau perkembangannya," katanya kepada Jubi di Pantai Sautolo, Rabu. 

Ia mengatakan, sebenarnya ada 880 butir telur yang direlokasi, tetapi yang menetas baru 130 sesuai dengan waktunya. 

"Telur penyu selalu beda waktu penelurannya,” katanya. 

Yulius menambahkan, dulu penyu diambil untuk dikonsumsi. Tiap acara masyarakat selalu mengambil penyu untuk dikonsumsi. 

Oleh karena itu, upaya perlindungan yang dilakukan tersebut diharapkan menjadikan kawasan Malaumkarta menjadi salah satu destinasi wisata penyu di Kabupaten Sorong.

Kepala Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut  (Loka PSPL) Sorong, Santoso BW mengatakan, pihaknya akan tetap melakukan pendampungan hingga masyarakat mandiri.

“Itu butuh waktu 4 - 5 tahun, tapi yang penting masyarakat telah memiliki kesadaran untuk melakukan perlindungan sekali pun masih sederhana,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Legislator apresiasi mahasiswa lakukan tanam pohon 

Selanjutnya

Tujuh tahun penjara, koruptor di Sorong masih terima gaji

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34018x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18542x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17509x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe