Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Korban kekerasan pemilu minta kompensasi berupa suara
  • Selasa, 02 Mei 2017 — 15:59
  • 1345x views

Korban kekerasan pemilu minta kompensasi berupa suara

Keluarga korban kekerasan akibat bentrokan dalam pemilu meminta kompensasi yang tidak umum. Mereka meminta kompensasi berupa ribuan suara untuk kandidat pilihan mereka dalam pemilu nasional bulan Juni mendatang.
Kepolisian Papua Nugini sedang berjaga-jaga./RNZI
RNZI
Editor : Lina Nursanty
LipSus
Features |
Rabu, 19 Desember 2018 | 06:43 WP
Features |
Selasa, 18 Desember 2018 | 16:32 WP
Features |
Senin, 17 Desember 2018 | 13:10 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Talasea, Jubi – Keluarga korban kekerasan akibat bentrokan dalam pemilu meminta kompensasi yang tidak umum. Mereka meminta kompensasi berupa ribuan suara untuk kandidat pilihan mereka dalam pemilu nasional bulan Juni mendatang.

Seperti diberitakan Post Courier, tiga korban tewas dalam sebuah bentrokan terkait pemilu antara penduduk Bali Vitu dan penduduk Bulu di Talasea, Provinsi West New Britain, Kamis pekan lalu.

Keluarga dari ketiga korban tersebut setuju untuk meminta kompensasi masing-masing 60.000 dolar AS dan 3.000 suara dalam pemilu masing-masing untuk dua kandidat. Kedua kandidat itu akan berkompetisi untuk daerah pemilihan West New Britain dan Talase.

Menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum Patilias Gamato, permintaan keluarga korban ini sangat tidak masuk akan dan tergolong ilegal. Terlebih, karena keluarga korban meminta kompensasi berupa suara bagi kandidat tertentu.

Sementara itu, kepolisian daerah setempat telah menetapkan 31 tersangka dalam bentrokan fatal tersebut. Mereka menyerahkan diri kepada polisi seusai polisi melakukan pengejaran terhadap mereka.

Kekerasan menjelang pemilu nasional di Papua Nugini terus terjadi secara sporadik. Pekan lalu, seorang remaja tewas dan enam lainnya terluka parah saat terjadi kerusuhan terkait pemilu di provinsi Chimbu, Papua Nugini, Selasa (25/4/2017).

Masalah diawali ketika salah seorang anggota parlemen Carmilus Dengama tengah dalam perjalanan menuju stasiun Kerowagi untuk mengikuti proses pendaftaran caleg. Menurut keterangan polisi, Carmilus lalu dihadang sekelompok orang yang mengaku belum mendapat bayaran atas pekerjaannya membangun jalan di Mondia.

Namun, penghadangan ini dilawan oleh kelompok pendukung Carmilus hingga berujung pada kekerasan bersenjata. Seorang remaja berusia 19 tahun menjadi korban penembakan dan tewas seketika. Sementara, enam remaja lainnya mengalami luka berat dan langsung dirujuk ke rumah sakit terdekat.

Akibat kejadian itu, kantor pemerintahan distrik tetap ditutup. Carmilus dan puteranya menyelamatkan diri ke kantor polisi Kerowagi.

Namun, kekerasan terus berlanjut. Dua kendaraan bermotor sengaja ditabrakkan ke arah rombongan Carmilus. Selain itu, beberapa kendaraan lainnya juga turut jadi sasaran amuk massa. Pelaku kekerasan tidak menginginkan Carmilus kembali mencalonkan diri dalam pemilu.

Hari Libur

Menjelang pemilu nasional yang akan berlangsung pada 27 Juni nanti, para kandidat dari wilayah ibukota nasional (NCD) yang meliputi area sekitar Port Moresby mengusulkan agar Komisi Pemilihan Umum menjadikan hari pencoblosan 27 Juni sebagai hari libur publik khusus di NCD.

Usul tersebut mengemuka mengingat pengalaman masa lalu ketika tingkat partisipasi pemilih di wilayah itu sangat rendah. “Atas nama seluruh kandidat dari daerah pemilihan NCD, kami dengan sangat serius meminta agar sekretaris negara, Isaac Lupari mengakui bahwa mayoritas warga di Port Moresby terdiri dari kelas pekerja dan dalam pemilu-pemilu sebelumnya kita tidak pernah memberi kesempatan kepada orang-orang ini yang juga menjadi pembayar pajak untuk memilih. Mereka ini selain pembayar pajak juga orang-orang yang telah membuat kota ini bisa bertahan secara ekonomi,” ujarnya.

Menurut dia, kelas pekerja kesulitan berpartisipasi dalam pemilu karena keterbatasan waktu. “Saya mohon kepada Isaac Lupari sebagai sekretaris negara untuk menjadikan 27 Juni sebagai hari libur agar penduduk pekerja di kota dapat ikut serta memilih,” ujar salah seorang kandidat, Watinga.

Ia mengatakan, hari libur akan mendukung tujuan utama pemilu untuk memastikan agar seluruh pemilih terdaftar mendapat kesempatan untuk menggunakan hak pilihnya. “Di saat bersamaan, kita mengimbau seluruh kelas pekerja bahwa mereka tidak punya alasan untuk menghindari pemilu. Sekarang kami mendesak agar sekretaris negara menjadikan pemilu sebagai hari libur kerja. Dan juga pada seluruh perusahaan, industri rumah tangga harus meliburkan para pekerjanya agar mereka bisa menggunakan hak pilihnya,” kata Watinga.

Komandan Kepolisian Daerah NCD, Ben Turi mendukung usul hari libur saat hari pemilihan. Alasannya, agar waktu pemilihan hanya dibatasi pada hari itu saja untuk mencegah pemungutan suara ilegal. “Anda semua sebagai kandidat di tiga daerah pemilihan di kota wilayah NCD, buatlah petisi atau sesuatu usulan yang komprehensif agar kita bisa menjamin hak adil bagi seluruh pekerja baik di pemerintahan maupun di sektor swasta,” tuturnya.

Ben Turi bahkan berharap agar hari libur pada saat pemilihan ini dapat menjadi tradisi yang akan diterapkan di pemilu-pemilu berikutnya. “Libur kerja sehari tidak akan mengganggu dan jangan dikhawatirkan. Lebih berbahaya jika dilakukan dua atau tiga hari dan memberi peluang terjadinya kecurangan pemilu,” tutur Ben. **

 

loading...

Sebelumnya

Tuvalu cemas dengan kebijakan Trump soal iklim

Selanjutnya

Pemilik tanah Bougainville ajukan petisi tolak pertambangan

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23582x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19235x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15684x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12755x views
Domberai |— Senin, 10 Desember 2018 WP | 10867x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe