Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Sulawesi
  3. Gempa bumi rata-rata 150 kali sebulan di Sulteng
  • Senin, 03 Oktober 2016 — 14:08
  • 1586x views

Gempa bumi rata-rata 150 kali sebulan di Sulteng

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Palu melaporkan di wilayah Sulawesi Tengah setiap bulan rata-rata diguncang gempa bumi sebanyak 150 kali.
Petugas BMKG sedang menunjukkan monitor pemantau cuaca. -- tempo.co
ANTARA
Editor : Lina Nursanty

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Palu, Jubi - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Palu melaporkan di wilayah Sulawesi Tengah setiap bulan rata-rata diguncang gempa bumi sebanyak 150 kali.

"Setiap hari ada gempa. Hanya saja gempa yang terjadi skala sedang dan kecil dibawah 5,0 SR dan kebanyakan tidak terasa," kata Kepala BMKG setempat Petrus DS di Palu,Senin (3/10/2016).

Ia mengatakan selama September, khususnya di wilayah Parigi Moutong (Tolay dan Torue) tercatat ada sekitar 80-an kali terjadi gempa bumi skala kecil.

Gempa tergolong sedang terakhir kali terjadi di Torue pada 7 September 2016 dengan kekuatan 5,1 SR pada kedalaman 10 km dan pusat gempa berada di laut dengan jarak sekitar 6 km utara Desa Torue.

Gempa bumi tersebut dirasakan di Kota Palu dan sempat membuat kebanyakan warga keluar rumah menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Sulteng, kata Petrus, memang selama ini rawan gempa bumi karena berada pada patahan sesar Palu Koro.

Menurut dia, tidaklah heran jika setiap harinya terjadi gempa bumi, tetapi guncangan tidak terasa, sebab skala gempa kecil.

Petrus juga mengatakan sering kali kantornya mendapat telepon dari masyarakat karena banyaknya isu-isu miring bahwa akan terjadi gempa dengan kekuatan besar.

Juga akan adanya gelombang laut besar (stunami) sehingga meresahkan masyarakat yang bermukim di pinggiran pantai, terutama di Teluk Tomini dan juga di Morowali.

Dia mengatakan isu-isu miring yang sengaja dihembuskan oleh orang-orang tak bertanggungjawab tersebut banyak menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat sehingga perlu mendapat perhatian dari pihak-pihak terkait, termasuk BMKG di daerah ini. (*)

loading...

#

Sebelumnya

Massa blokir jalan tol reformasi

Selanjutnya

Jumlah wisman ke Sulut meningkat 251 persen

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34459x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23152x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19019x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15588x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe