Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Berita Papua
  3. Cegah mogok berlanjut, manajemen Freeport bertemu karyawannya
  • Senin, 03 Oktober 2016 — 15:06
  • 3143x views

Cegah mogok berlanjut, manajemen Freeport bertemu karyawannya

“Benar, hari ini ada pertemuan antara manajemen dengan karyawan yang mogok. Tapi masih berunding. Saya belum bisa kasih info,” jawab Riza Pratama saat dihubungi melalui telepon.
Aksi mogok karyawan Freeport di Grassberg - Akun facebook Bern Okoseray
Victor Mambor
Editor :

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi - Sekitar 800 pekerja di Grassberg Mine, PT. Freeport Indonesia (PTFI), Timika mogok kerja sejak hari Rabu (28/9/2016). Akibatnya, produksi di tambang terbuka ini tidak berjalan maksimal.

Untuk mengakhiri pemogokan ini, pihak manajemen PTFI melakukan pertemuan dengan perwakilan karyawan yang mogok ini, Senin (3/10/2016). Namun perkembangan dari pertemuan ini sendiri belum diketahui.

Riza Pratama, juru bicara PTFI membenarkan adanya pertemuan tersebut.

“Benar, hari ini ada pertemuan antara manajemen dengan karyawan yang mogok. Tapi masih berunding. Saya belum bisa kasih info,” jawab Riza Pratama saat dihubungi melalui telepon.

Ia juga belum bisa memastikan penyebab mogoknya karyawan PTFI ini.

Karyawan PTFI yang melakukan mogok sedang berkumpul - Akun facebook Bern Okoseray

 

Ketua Bidang Organisasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Freeport, Virgo Salossa meski membenarkan terjadinya pemogokan itu, mengaku tidak mengetahui secara pasti tuntutan karyawan yang mogok itu.

“Saya lihat tuntutan mereka tidak fokus. Tapi yang terakhir saya dengar adalah soal bonus,” kata Salossa.

Ia menjelaskan, bonus yang diberikan kepada karyawan bergantung pada produksi. Sejak bulan April – Mei 2016, produksi di Grasberg menurun sehingga bonus untuk karyawan pun berkurang.

“Perusahaan tidak bisa kasih bonus maksimal. Karena itu ada selisih antara bonus yang diterima oleh engineering dan operator mining di Grasberg. Enginering menerima 25 persen sedangkan operator menerima 17 persen,” kata Salossa.

17 persen bonus yang diterima oleh operator mining ini, kata Salossa, disebabkan karena target produksi mereka tidak terpenuhi.

Lanjut Salossa, baik operator maupun engineering di Grasberg ini keduanya bukan karyawan yang bekerja di bawah tanah.

“Yang mogok ini hanya karyawan kru 1-4 di Grasberg. Yang lainnya tetap jalan. Kalau dihitung, ada sekitar 800 orang karyawan yang mogok di kru 1-4 ini,” ujar Salossa. (*)

loading...

Sebelumnya

Satgas Yonif 122/TS gelar pameran dan hiburan rakyat di Skouw

Selanjutnya

Jokowi disebutkan terus upayakan penyelesaian masalah HAM Papua

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34470x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23173x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19029x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15593x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe