Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Presiden Jokowi didesak ungkap kematian puluhan warga 
  • Senin, 08 Mei 2017 — 15:41
  • 2300x views

Presiden Jokowi didesak ungkap kematian puluhan warga 

Ketua tim, Norberd Bobi mengatakan, berdasarkan informasi yang tersebar di berbagai media, Jokowi datang untuk meresmikan beberapa pembangunan infrastruktur, termasuk Jalan Trans Papua yang menghubungkan Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Nduga.
Tim  Peduli Kesehatan Rimba Papua saat bertandang ke Redaksi Jubi beberapa waktu lalu - Dok.Jubi. 
Benny Mawel
Editor : Syofiardi

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Tim Peduli Kesehatan dan Pendidikan Papua mendesak Presiden Jokowi membentuk tim pengungkapan misteri kematian orang Papua. Desakan disampaikan terkait  akan berkunjungnya Presiden Republik Indonesia Joko Widodo ke Papua 9-10 Mei 2017.   

Ketua tim, Norberd Bobi mengatakan, berdasarkan informasi yang tersebar di berbagai media, Jokowi datang untuk meresmikan beberapa pembangunan infrastruktur, termasuk Jalan Trans Papua yang menghubungkan Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Nduga.

“Kedatangan Jokowi kali ini bertepatan dengan mencuatnya sejumlah persoalan kesehatan seperti Korowai, hingga kematian misterius di beberapa wilayah di Papua pada akhir Maret 2017, Komunitas Peduli Kemanusiaan Daerah Terpencil (Kopkedat Papua) mengungkapkan 64 orang meninggal dunia selama 7 tahun terakhir,” katanya kepada Jubi di Abepura, Minggu (6/05/2017).

Tak berselang lama, tambahnya, kasus kesehatan di Distrik Awina, Kabupaten Lani Jaya pun mencuat. Pers merilis  20 orang meninggal dunia selama awal 2017. 

Sekretaris tim, Soleman Itlay menambahkan pada akhir 2015 ada 54 orang meninggal dunia di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga. Laporan terbaru, kata dia, terungkap sejak Maret 2016 hingga Maret 2017 ada 37 orang meninggal. Mundur lagi pada 2014 ada kasus kematian di Distrik Itlayhisage, Kabupaten Jayawijaya. Puluhan  orang tewas bersamaan mencuat informasi kematian  54 orang di Samenage, Kabupaten Yahukimo.

Itlay maupun Bobi mengatakan, berdasarkan hasil temuan semua kasus kematian tersebut akibat ketiadaan petugas kesehatan. Selain itu, tidak ada upaya serius dari pemerintah melakukan sosialisasi untuk pencegahan penyakit.

“Akan tetapi, kedatangan Jokowi pun belum menyentuh persoalan-persoalan kesehatan, Jokowi justru lebih mementingkan pembangunan infrastruktur yang belum tentu menjadi kebutuhan mendesak di Papua,” ujar Soleman. 

Tim Peduli Kesehatan dan Pendidik Rimba Papua, katanyan mendesak Presiden membuat kebijakan khusus yang memungkinkan adanya perhatian khusus dan serius terhadap kasus kesehatan di Korowai dan Awina. (*)

loading...

Sebelumnya

Pendiri IKB PPM-Elima ingatkan organisasi bukan wadah politik

Selanjutnya

UP2KP apresiasi RSUP Wahidin Makassar

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34258x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 22213x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18562x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe