Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. BBM sangat vital di Kabupaten Memberamo Raya
  • Minggu, 14 Mei 2017 — 18:52
  • 1981x views

BBM sangat vital di Kabupaten Memberamo Raya

“Yah, kalau tidak ada BBM kita tidak bisa berbuat apa-apa, di sini saja semua akses harus menggunakan perahu motor, baik dari Kasonaweja ke Burumeso atau ke kampung-kampung lainnya,” katanya.
Perahu motor alat transportasi dari kampung ke kampung di Kabupaten Mamberamo Raya – Jubi/ Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
Editor : Syofiardi
LipSus
Features |
Selasa, 18 Desember 2018 | 16:32 WP
Features |
Senin, 17 Desember 2018 | 13:10 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Kasonaweja, Jubi – Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan kebutuhan dasar masyarakat Kabupaten Mamberamo Raya. Ibaratnya kalau tidak ada BBM sama seperti tidak makan. Demikian dikatakan Kepala Desa Kasonaweja Sumadji kepada Jubi, Minggu (14/5/2017).

“Yah, kalau tidak ada BBM kita tidak bisa berbuat apa-apa, di sini saja semua akses harus menggunakan perahu motor, baik dari Kasonaweja ke Burumeso atau ke kampung-kampung lainnya,” katanya.

Dikatakan, ia pernah mendengar melalui radio dan televisi, BBM satu harga untuk wilayah pengunungan Papua dan berharap jangan hanya wilayah pegunungan Papua saja yang diberikan BBM satu harga, tetapi wilayah Mamberamo juga.

“Pemerintah harus melihat daerah-daerah mana saja yang banyak menggunakan BBM dalam kehidupan sehari-hari mereka, di sini BBM sangat dibutuhkan dan harapannya apa yang sudah dirasakan saudara-saudara kita di wilayah pegunungan Papua juga bisa dirasakan masyarakat di sini,” ujarnya.

Terkait pasokan BBM, Sumadji mengatakan, tergantung kapal yang masuk ke wilayah tersebut dan tidak menentu.

“Kapal-kapal pengangkut BBM tersebut memang ada, namun tidak setiap waktu ada, kadang dua minggu baru datang dan paling lama satu bulan,” katanya.

Ia mengatakan, belum ada seorang pengusaha yang dipercayakan pemerintah untuk menangani jalur masuknya BBM ke wilayah Mamberamo Raya. Terkadang BBM masuk langsung diborong orang-orang yang memiliki modal besar, sehingga mengakibatkan masyarakat lainnya tidak kebagian jatah BBM tersebut.

“Kalau beli di kapal khusus di Kasonaweja, satu liternya Rp6.500 kalau eceran di pinggir jalan Rp20 ribu per liter, kalau di Burumeso, beli di kapal Rp13 ribu per liter tapi kalau eceran Rp23 ribu hingga 25 ribu per liter,” ujarnya.

Mansur warga Kampung Angreso, Distrik Mamberamo Tengah menilai tidak masuk akal harga BBM subsidi Rp6.500 per liter, tetapi di eceran Rp 20 hingga Rp25 ribu per liter. (*)

loading...

Sebelumnya

Warga Bonggo butuh bibit kakao berkualitas

Selanjutnya

Jelang Ramadan, stok bawang merah masih cukup

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23515x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19193x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15652x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12721x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe