Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Bomberai
  3. BP Tangguh didesak rekrut pekerja OAP
  • Senin, 15 Mei 2017 — 17:53
  • 2635x views

BP Tangguh didesak rekrut pekerja OAP

“Kami menuntut hak-hak kami untuk  diangkat sebagai tenaga kerja dan mendapat , keadilan dan pemerataan tenaga kerja, dimana kami lihat justru tenaga kerja yang bekerja justru banyak datang dari luar,” kata koordinator aksi, Yohanis Ateta dalam demo yang digelar di Sorong, Senin (15/5/2017).
Komunitas peduli masyarakat hukum adat dari tujuh suku asli Teluk Bintuni ketika demo di Sorong Senin (15/5/2017) – Jubi/Florence Niken
Florence Niken
Editor : Timoteus Marten

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 

Sorong, Jubi – Komunitas peduli masyarakat hukum adat dari tujuh suku asli Teluk Bintuni, Papua Barat mendesak BP Tanggung agar merekrut pekerja orang asli Papua (OAP) dari tujuh suku pada perusahaan tersebut.

Proyek pembangunan train 3 LNG Tangguh dinilai melecehkan nilai-nilai penghormatan dan perlindungan terhadap masyarakat hukum adat.

“Kami menuntut hak-hak kami untuk  diangkat sebagai tenaga kerja dan mendapat , keadilan dan pemerataan tenaga kerja, dimana kami lihat justru tenaga kerja yang bekerja justru banyak datang dari luar,” kata koordinator aksi, Yohanis Ateta dalam demo yang digelar di Sorong, Senin (15/5/2017).

Demo yang dilaksanakan di bawah rintik hujan ini diikuti mahasiswa, masyarakat dari suku Kuri, Wamesa, Irarutu, Soow, Moskona, Sebiar dan Sumuri.

Protes serupa dilakukan pada 26 April 2017. Ketika itu puluhan pencari kerja dan sejumlah warga memalang kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Teluk Bintuni.

Massa yang dipimpin Nikson Kareth ketika itu meminta Pemkab Teluk Bintuni serius menangani pengangguran yang belum diatas. Dalam hal ini adalah soal penerimaan karyawan BP Tanggung LNG train 3 yang beroperasi di daerah tersebut. 

Perwakilan CSTS Sorong, Richard Arfayan Senin siang mengatakan, pada prinsipnya pihaknya menghormati aspirasi masyarakat tujuh suku asli.

“Perekrutan tenaga kerja sebenarnya kewenangannya ada di BP. Tangguh  kami hanya menjalankan tugas saja,” katanya.  (*)

loading...

Sebelumnya

Kasus bandara Kaimana masih diselidiki

Selanjutnya

Gubernur Papua Barat akan jalani latihan militer

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34513x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23280x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19062x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15609x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe