Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Pengembangan model klaster kampung berbasis SDA disosialisasikan
  • Senin, 15 Mei 2017 — 18:22
  • 1414x views

Pengembangan model klaster kampung berbasis SDA disosialisasikan

Bupati Mathius mengatakan, kabupaten yang dipimpinnya sudah melaksanakan sejumlah kegiatan berbasis kampung adat, termasuk pengembangan sektor ekonomi masyarakat melalui potensi SDA-nya. Untuk menjamin terlaksananya sistem dan semua program berbasis kampung adat, maka Pemkab Jayapura telah mengeluarkan peraturan daerah dan keputusan bupati sebagai landasan hukum.
Bupati Jayapura Mathius Awoitauw saat berdiskusi dengan para narasumber dari Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi RI usai sosialisasi – Jubi/Engel Wally 
Engelbert Wally
Editor : Timoteus Marten

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Sentani, Jubi – Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI melakukan sosialisasi pengembangan model klaster kampung berbasis sumber daya alam (SDA) dan adat di Kabupaten Jayapura. 

Kegiatan dengan pemateri Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi, Direktur Pengembangan Daerah Rawan Pangan dan Wakil Bupati Keerom, dan diikuti 15 kabupaten di Papua, Senin (15/5/2017) ini, dibuka Bupati Jayapura Mathius Awoitauw.

Bupati Mathius mengatakan, kabupaten yang dipimpinnya sudah melaksanakan sejumlah kegiatan berbasis kampung adat, termasuk pengembangan sektor ekonomi masyarakat melalui potensi SDA-nya. Untuk menjamin terlaksananya sistem dan semua program berbasis kampung adat, maka Pemkab Jayapura telah mengeluarkan peraturan daerah dan keputusan bupati sebagai landasan hukum.

“Pada dasarnya kita merespons baik kegiatan ini, sebab di Kabupaten Jayapura kita sudah mencanangkan program kegiatan berbasis kampung adat. Dana yang diturunkan juga cukup besar, langsung ke kampung-kampung untuk melaksanakan semua program kegiatan yang diagendakan,” katanya. 

Kepala Pusat Penelitian Pengembangan pada Kementerian Desa PDT dan Trasnmigrasi RI, Leroy Samy Uguy mengatakan, sosialisasi pihaknya ini merujuk kepada sistem pendekatan kepada masyarakat di desa (kampung) yang berbasis adat. Masyarakat yang disosialisasikan merupakan asyarakat multisektor sehingga perlu disinergikan, baik dari tingkat pusat hingga ke daerah.

“Program ini sendiri sedang dilaksanakan, yaitu program percepatan pembangunan kampung. Kita telah memulainya di beberapa kampung percontohan, seperti di Kabupaten Keerom. Dari kegiatan ini sesungguhnya kita juga mau agar semua kampung di Papua dapat melaksanakannya. Oleh sebab itu, kegiatan sosialisasi selanjutnya kita mulai dari Kabupaten Jayapura dengan menghadirkan sejumlah daerah di Papua untuk dapat mengikuti program yang kita sosialisasikan saat ini,” ujarnya. (*) 

loading...

Sebelumnya

Pedagang Pasar Pharaa akan direlokasi

Selanjutnya

Pendataan siswa untuk dana BOS dikhawatirkan jadi proyek

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34505x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23261x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19054x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15606x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe