Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Harga mahal di Papua, Apindo akui tak ambil banyak untung
  • Senin, 15 Mei 2017 — 18:28
  • 1808x views

Harga mahal di Papua, Apindo akui tak ambil banyak untung

“Kalau bahan pokok kebanyakan anggota Apindo adalah produsen, problem harga barang ini ada di pedagang perantara dan biaya logistik, nah kita harapkan adanya kebijakan Kemendag yang akan mengawasi lebih intensif terhadap logistik dan bisa berdampak pada pengendalian harga dan inflasi,” ujarnya di Jayapura, Minggu (14/5/2017).
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita turun langsung ke pasar rakyat dan toko ritel modern di Jayapura - Jubi/ Sindung Sukoco.  
Sindung Sukoco
Editor : Syofiardi

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi B Sukamdani mengaku, sebagai organisasi yang terdiri dari produsen barang  Apindo tak mengambil untung yang banyak terkait dengan mahalnya barang-barang di Papua.

“Kalau bahan pokok kebanyakan anggota Apindo adalah produsen, problem harga barang ini ada di pedagang perantara dan biaya logistik, nah kita harapkan adanya kebijakan Kemendag yang akan mengawasi lebih intensif terhadap logistik dan bisa berdampak pada pengendalian harga dan inflasi,” ujarnya di Jayapura, Minggu (14/5/2017).

Sebab pemerintah saat ini, kata Hariyadi, sangat berkepentingan terhadap pengendalian tingkat inflasi atau harga barang.    
Apindo mengaku, untuk kenaikan harga barang dari sisi produsen tak signifikan berpengaruh terhadap gejolak harga yang terjadi di masyarakat.

“Ini lebih pada faktor pedagang perantara dan  kegiatan logistik,” tegasnya.

Ia mencontohkan, masalah semen yang harganya cukup luar biasa di Papua, khususnya di pegunungan yang berkisar jutaan rupiah.

“Untuk masalah ini harus menjadi investigasi dari pemerintah kemahalan berasal dari mana, kalau dari anggota kami dari produsen harga keluar ya segitu, dan pernah ada pertemuan dengan pihak logistik dari versi mereka juga mengatakan bahwa biaya logistik yang diberikan relatif sesuai dengan rentang harga yang ada,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita turun langsung ke pasar rakyat dan toko ritel modern di Jayapura untuk memastikan penerapan harga eceran tertinggi (HET) berjalan dengan semestinya di Papua.

Berdasarkan nota kesepahaman antara Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) dan distributor 4 April 2017, telah ditetapkan HET untuk tiga komoditas. Gula ditetapkan tidak boleh lebih dari Rp12.500/kg, minyak goreng dalam kemasan sederhana Rp11.000/liter, dan daging Rp80.000/kg. (*)

loading...

Sebelumnya

Elia Pawika memperkenalkan madu dari pegunungan tengah

Selanjutnya

BPJS Kesehatan, mendaftar JKN-KIS bisa Lewat telepon

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34257x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 22196x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18557x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe