Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Transparansi Internasional minta evaluasi sistem penjara di PNG
  • Selasa, 16 Mei 2017 — 16:34
  • 1791x views

Transparansi Internasional minta evaluasi sistem penjara di PNG

Organisasi Transparansi Internasional Papua Nugini mendesak agar otoritas segera mengevaluasi sistem keamanan penjara atau lembaga pemasyarakatan di negara tersebut.
Salah satu area di penjara Buimo. /RNZI
RNZI
Editor : Lina Nursanty

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Buimo, Jubi – Organisasi Transparansi Internasional Papua Nugini mendesak agar otoritas segera mengevaluasi sistem keamanan penjara atau lembaga pemasyarakatan di negara tersebut. Desakan itu muncul setelah peristiwa ditembaknya 17 narapidana yang kabur dari penjara Buimo di kota Lae bersama 60 narapidana lainnya. Dari 60 narapidana yang melarikan diri itu, hanya tiga orang yang berhasil tertangkap kembali.

Ketua Transparansi Internasional Papua Nugini, Lawrence mengatakan bahwa peristiwa kaburnya para narapidana dari penjara bukan sekali ini saja terjadi di Papua Nugini dalam beberapa tahun terakhir. Ini membuktikan bahwa sistem keamanan di penjara tidak bekerja dengan baik.

“Nampaknya ada masalah entah itu di sistem penganggaran institusi lapas atau kekurangan pelatihan yang mumpuni atau mungkin ada masalah kedisiplinan. Namun, apapun itu ketika ada 17 narapidana ditembak mati saat kabur dari penjara, maka kita harus mulai mempertanyakan sistem di lapas,” katanya.

Sementara itu, Amnesty International mendesak agar seluruh petugas lapas yang terlibat dalam penembakan narapidana itu harus dipecat dan diproses melalui pengadilan.

Direkrut Amnesty International Asia Tenggara dan Pasifik, Champa Patel mengatakan pasukan keamanan Papua Nugini yang menggunakan peluru tajam terhadap narapidana yang kabur ini sangat mengkhawatirkan.

Menurut dia, otoritas Papua Nugini harus menahan semua petugas dan menuntutnya dengan hukuman mati. “Bahasa jika respons pertama dari pasukan keamanan itu menggunakan peluru tajam melawan orang tak bersenjata tanpa ada pertimbangan hak hidup bagi mereka,” ujar Patel.

Reformasi dan mekanisme akuntabilitas lapas mutlak dibutuhkan untuk mencegah insiden seperti ini terulang kembali. “Kejahatan apapun yang dilakukan oleh para narapidana, mereka tetap memiliki hak hidup dan berhak diperlakukan secara manusiawi,” tuturnya.

Februari tahun lalu, sebanyak 12 narapidana di Buimo juga ditembak mati ketika 90 narapidana kabur dari lapas. **

loading...

Sebelumnya

Menteri Pariwisata PNG diserang kelompok tak dikenal

Selanjutnya

Presiden Prancis-Polinesia dukung Macron

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23431x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19138x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15638x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12678x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe