Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Pemerintah PNG deportasi personel keamanan AS
  • Rabu, 17 Mei 2017 — 14:30
  • 2466x views

Pemerintah PNG deportasi personel keamanan AS

Pemerintah Papua Nugini mendeportasi 15 personel keamanan Amerika Serikat yang tergabung dalam Laurence Aviation & Security Group.
Seorang polisi Papua Nugini diapit oleh personel keamanan dari Laurence Aviation & Security Group. /RNZI
RNZI
Editor : Lina Nursanty
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 00:09 WP
Features |
Minggu, 09 Desember 2018 | 20:46 WP
Features |
Minggu, 09 Desember 2018 | 03:29 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Port Moresby, Jubi – Pemerintah Papua Nugini mendeportasi 15 personel keamanan Amerika Serikat yang tergabung dalam Laurence Aviation & Security Group. Para personel keamanan ini berada di Papua Nugini dalam rangka melatih aparat kepolisian Papua Nugini sebagai persiapan mengamankan pertemuan tingkat tinggi APEC, tahun depan.

Kepala Kepolisian Papua Nugini, Gary Baki mengatakan bahwa perjanjian tentang kerjasama pelatihan ini belum mendapat persetujuan akhir dari pemerintah PNG. Kehadiran 15 personel bersenjata dari AS ini di jalanan dianggap meresahkan masyarakat.

“Saya mengundang mereka datang. Saya meminta mereka menunjukkan keahliannya. Saya juga yang meminta agar mereka melatih kepolisian Papua Nugini jika semua persyaratan sudah disetujui oleh pemerintah PNG,” ujarnya.

Kehadiran personel kemanan dari AS ini menuai kritik dari sejumlah politikus lokal. Mereka khawatir kehadiran polisi AS di Papua Nugini dapat memicu terjadinya kudeta oleh kepolisian.

Mantan Perdana Menteri, Sir Mekere Morauta yang juga menjadi salah satu kandidat dalam pemilu nasional mendatang, mendesak dilakukannya investigasi terhadap kehadiran perusahaan keamanan dari AS ini. Ia bahkan menyebut mereka sebagai tentara bayaran dari AS.

“Tuan Gary Baki mengklaim bahwa kehadiran mereka terkait dengan pengamanan APEC, namun perdana menteri belum menyatakan secara resmi kepada publik bahwa ia mengetahui kehadiran personel keamanan ini,” ujar Mekere.

Ia meragukan jika kehadiran personel keamanan AS ini merupakan bagian dari kerjasama kelompok mitra APEC. Ia juga meragukan AS dan Australia telah menyetujui hal ini.

Menurut Gary Baki, meski PNG bermitra dengan kepolisian federal Australia, namun Australia tidak menyediakan bantuan di beberapa bidang, termasuk di antaranya bidang teknologi, kejahatan siber, intelejen dan respons terhadap insiden bersenjata dadakan.

“Jika Australia tidak dapat memberikan hal ini, saya harus cari mitra keluar selain Australia untuk memastikan kepolisian Papua Nugini dapat mempersiapkan diri jika terjadi hal-hal seperti itu,” ujarnya.

Sejauh ini, kata dia, belum ada perjanjian yang ditandatangani. Namun, sejak kedatangan para personel keamanan dari AS itu pada Februari lalu, Gary Baki mengaku merasa puas dengan keahlian yang didemonstrasikan mereka.

Media penyiaran di Papua Nugini telah gencar memberitakan insiden ini. Salah satunya yaitu NBC yang melaporkan bahwa 15 anggota personel keamanan dari AS ini dideportasi oleh pemerintah. Hal ini diiyakan oleh salah seorang sumber dari pemerintahan kepada NBC News.

Alasan deportasi yaitu karena para personel keamanan ini tidak memiliki izin lengkap dari Komite Penasihat Keamanan Nasional dan berada di Papua Nugini tanpa sepengetahuan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Papua Nugini.

Sir Mekere mengatakan bahwa demi ketertiban umum, Komisi Ombudsman harus menyelidiki perjanjian antara kepolisian Papua Nugini dengan perusahaan penyedia jasa keamanan dari AS ini. Menurut NBC News, nilai kontrak dengan Lawrence Aviation and Security Group ini mencapai 7 juta Kina.

Belum pasti

Biaya pelatihan ini akan dipenuhi dari sumber dana bantuan APEC untuk kepolisian. Meski begitu, Gary Baki kembali menegaskan bahwa persetujuan akhir dari pemerintah belum terbit. Ia mengaku telah melibatkan Komite Penasihat Keamanan Nasional dalam perjanjian ini.

Presiden perusahaan penyedia jasa keamanan, Peter Halliman adalah warga negara Amerika Serikat yang lahir dan besar di Papua Nugini. Berdasarkan informasi dari laman media sosial LinkedIn, Halliman memimpin misi baptis Sovereign Grace di Malawi dan Papua Nugini.

Perusahaannya telah disasar untuk melatih 120 personel keamanan dari berbagai kesatuan di kepolisian Papua Nugini termasuk pasukan unit taktik udara dan mobile serta 10 personel dari tentara nasional dan lembaga pemasyarakatan.

Gary Baki mengatakan personel Laurence Aviation & Security Group sedang berada di Papua Nugini untuk mengobservasi kepolisian lokal dan mendemonstrasikan keahlian mereka untuk ditawarkan kepada kepolisian Papua Nugini.

“Mereka ditunjuk sebagai polisi khusus di bawah Kepolisian Papua Nugini, mereka memiliki kekuatan namun belum mengoptimalkan kekuatan itu hanya karena hasil pengamatan sementara aktivitas dan tingkah laku beberapa orang kami di lapangan,” ujarnya.

Gary Baki menekankan bahwa terkait persiapan APEC, ada kebutuhan mendesak dilakukannya pelatihan oleh perusahaan Lawrence Aviation. Kepolisian Papua Nugini tidak akan menempuh langkah ini seandainya mitra tradisional Papua Nugini seperti Australia atau Selandia Baru bersedia memberikan pelatihan seperti itu kepada kepolisian Papua Nugini.

“Saya juga memperhitungkan negara lain. Jika kesepakatan ini batal, saya akan pergi ke Indonesia dan saya akan minta kepolisian Indonesia menolong kami. Atau bisa juga ke Korea agar mereka dapat membantu kepolisian Papua Nugini,” tuturnya. **

 

loading...

Sebelumnya

Partai Aliansi Nasional tarik diri dari pemerintahan

Selanjutnya

Tonga mundur sebagai tuan rumah Pacific Games 2019

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 32723x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 14524x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 14245x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe