Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Kampanye pemanasan global harus disertai aksi nyata
  • Kamis, 18 Mei 2017 — 11:21
  • 1223x views

Kampanye pemanasan global harus disertai aksi nyata

Bupati Jayapura Mathius Awoitauw mengatakan, program ini harus dilakukan sosialisasi secara kontinu dan merata karena saat ini kita sedang menghadapi pemanasan global yang luar biasa.
Bupati Jayapura Mathius Awoitauw ketika menerima dokumen kegiatan yang diserahkan langsung oleh ketua kelompok kerja – Jubi/Engel Wally
Engelbert Wally
Editor : Timoteus Marten
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 00:09 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Sentani, Jubi – Kabupaten Jayapura telah ditetapkan sebagai kawasan ekonomi hijau. Kampanye penyelamatan bumi dan kaitannya dengan pemanasan global pun sedianya dilakukan secara terus-menerus melalui aksi nyata.

Tahun 2013-2017, World Agroforestry ( Icraf) dan Pemerintah Kabupaten Jayapura dengan lembaga-lembaga terkait melakukan program Parcipatory Monitoring of Civil Society of Land Use Planing for Low Emission Development (ParCimon).

Dalam program ini dilakukan monitoring, evaluasi dan pemantauan pembangunan rendah emisi berbasis lahan.

Bupati Jayapura Mathius Awoitauw mengatakan, program ini harus dilakukan sosialisasi secara kontinu dan merata karena saat ini kita sedang menghadapi pemanasan global yang luar biasa.

“Untuk menuju ke sana (sosialisasi) kita tidak sebatas bicara-bicara saja, tetapi harus ada aksi-aksi lokal yang dilakukan dengan masyarakat kampung dan masyarakat adat, untuk menata kawasan tempat tinggal mereka dengan baik,” katanya usai menerima laporan hasil penelitian Icraf di kantor bupati Jayapura, Rabu (17/5/2017).

Icraf didanai Uni Eropa untuk meningkatkan pertumbuhan pembangunan berbasis lahan hijau atau rendah emisi.

Menurut Koordinator Icraf, Suyanto, hal ini sudah menjadi komitmen Pemerintah pusat untuk menurunkan emisi sebanyak 30 persen pada tahun 2030. Program tersebut, katanya, berjalan sejak tahun 2013 di Papua (Kabupaten Jayapura, Jayawijaya dan Merauke).

Dikatakan, ada dua kampung yang menjadi proyek percontohan di Kabupaten Jayapura, dan sudah dilakukan pemetaan, pemantauan dan evaluasi bentang lahan berkelanjutan. Dua kampung itu adalah Kampung Wambena dan Yepase, Distrik Depapre. Dokumen penelitian sudah diserahkan  kepada Pemerintah daerah melalui ketua pokja.

“Hal terpenting yang ingin kita laksanakan adalah peningkatan kapasitas sehingga bisa berdampak kepada masyarakat,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Mei, kehadiran legislator Papua capai 80 persen

Selanjutnya

Ini pesan bupati Jayapura untuk peserta Penas Aceh

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 33889x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17882x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17090x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe