Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Pengungsi di Pulau Manus kirim surat ke PM Selandia Baru
  • Selasa, 23 Mei 2017 — 14:53
  • 1069x views

Pengungsi di Pulau Manus kirim surat ke PM Selandia Baru

Para pengungsi dan pencari suaka yang masih ditahan di kamp penampungan milik Australia di Pulau Manus menulis surat kepada Perdana Menteri Selandia Baru, Bill English untuk meminta suaka politik.
Surat-surat yang dikirimkan para pengungsi kepada Perdana Menteri Selandia Baru, Bill English. /RNZI
RNZI
Editor : Lina Nursanty

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Manus, Jubi – Para pengungsi dan pencari suaka yang masih ditahan di kamp penampungan milik Australia di Pulau Manus menulis surat kepada Perdana Menteri Selandia Baru, Bill English untuk meminta suaka politik. Mereka kini sedang terancam dideportasi setelah permohonan suaka politik mereka ke Australia ditolak.

Dalam suratnya, para pencari suaka politik itu menyinggung tentang serangan kekerasan yang menimpa mereka di kamp penampungan selama empat tahun yang menunjukkan bahwa Papua Nugini tidak mampu melindungi para pencari suaka politik seperti mereka.

“Pada 17 Februari 2014, ada insiden yang mengerikan di kamp ketika para penjaga bayaran menyerang kami. Salah satu teman kami, Reza Barati tewas dalam serangan itu dan banyak lagi teman kami yang meninggal,” tulis mereka.

Mereka juga menceritakan insiden yang terjadi ketika menjelang perayaan Paskah bulan lalu. Personel Angkatan Laut Papua Nugini menyerang kami dengan senjata otomatis menembaki kamp. “Untungnya tidak ada korban dari pihak kami, tapi banyak korban luka-luka karena peluru berhasil menembus tembok kamar. Kami tidak dilindungi pemerintah Australia yang membawa kami ke sini, maupun pemerintah Papua Nugini yang tidak bertanggung jawab terhadap kami,” tulisnya.

Sekitar 200 dari sekitar 900 pengungsi yang ditahan di kamp Manus ditolak status pengungsinya. Mereka ketakutan jika selanjutnya harus ditempatkan di Papua Nugini.

Kamp pengungsi Pulau Manus dinyatakan akan ditutup paling lambat pada 31 Oktober mendatang. Pengungsi dan pencari suaka politik yang ditolak permohonannya disarankan untuk repatriasi dengan mendapat bantuan keuangan paling lambat 31 Agustus. Jika tidak, mereka akan dideportasi paksa oleh pemerintah Papua Nugini.

Mereka juga dipersilakan pindah ke kamp lain yaitu di Nauru. Namun, keadaannya lebih menyedihkan dengan tingkat gangguan jiwa yang tinggi di antara pengungsi dan pencari suaka politik. **

loading...

Sebelumnya

Girardin kembali nyatakan komitmen dukung referendum Kaledonia Baru

Selanjutnya

47 kura-kura berhidung babi dilepas ke alam bebas

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34320x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 22554x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18767x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe