Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lingkungan
  3. 258 spesies burung tersebar di Raja Ampat
  • Selasa, 23 Mei 2017 — 21:34
  • 5143x views

258 spesies burung tersebar di Raja Ampat

Waisai, Jubi – Tak hanya terkenal dengan obyek wisata bahari dan keindahan terumbu karangnya, Raja Ampat, Papua Barat ternyata memiliki 258 jenis spesies burung. Papua memiliki 10 burung endemik dan 6 di antaranya berasal dari Raja Ampat.
Salah satu spesies burung yang ada di Raja Ampat – Jubi/IST
Niko MB
Editor : Timoteus Marten

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Waisai, Jubi – Tak hanya terkenal dengan obyek wisata bahari dan keindahan terumbu karangnya, Raja Ampat, Papua Barat ternyata memiliki 258 jenis spesies burung. Papua memiliki 10 burung endemik dan 6 di antaranya berasal dari Raja Ampat.

Kepala Dinas Pariwisata Raja Ampat, Yusdi Lamatenggo mengatakan, enam burung endemik tersebut di antaranya,Aepypodius bruijnii (Maleo Waigeo), Chalcopsitta atra (Nuri Hitam/Black Lory), Cicinnurus respublica(Cendrawasih Botak), Ducula myristicivora (Pergam Rempah), Monarcha julianae (Kehicap Kofiau ), Paradisaea rubra (Cendrawasih Merah).

“Sehingga Raja Ampat dijuluki juga sebagai jantung wisata burung di Papua,” katanya belum lama ini kepada wartawan di Raja Ampat.

Menurut dia pemerintah daerah mendukung pengembangan wisata burung melalui kegiatan ekowisata berbasis masyarakat. Pengelolaan wisata tersebut harus sesuai prinsip-prinsip konservasi untuk menjaga kelestarian alamnya.

“Saat ini belum banyak informasi terkait potensi ragam hayati hutan Raja Ampat yang terangkat, termasuk ragam hayati burung. Hutan di Kepulauan Raja Ampat adalah rumah bagi beragam tumbuhan dan hewan unik dari jenis amfibi, reptil, serta mamalia. Ini menjadi aset yang perlu dijaga,” katanya.

Ia menyebutkan, para pecinta burung dan fotografer kini mulai berdatangan di Raja Ampat untuk menikmati pesona dan keindahan burung-burung. Oleh karena itu, pihaknya berupaya membangun trek-treknya dan membuat pos pengamatan agar tidak menganggu habitat burung-burung.

Kepala BKSDA Papua Barat, Agung Setyabudi,  mengatakan, endemik di Raja Ampat tersebur di beberapa pulau yang khusus dipantau pihaknya agar tidak punah dan tetap lestari.

Penyebaran burung-burung tersebut barada Pulau Waigeo, Misool, Kofiau, Batanta dan Pulau Salawati. (*)

 

 

loading...

#

Sebelumnya

Polda Papua Barat diingatkan seriusi kasus ilegal mining

Selanjutnya

Khawatir lingkungan sekitar, KM Laut Maluku akan diledakan di tengah laut

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34197x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 21377x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18161x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe