Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Paulus Hayon: IKL Merauke bukan organisasi politik
  • Minggu, 28 Mei 2017 — 11:09
  • 1411x views

Paulus Hayon: IKL Merauke bukan organisasi politik

Dijelaskan, dari data sementara yang dimiliki, jumlah masyarakat IKL di Kabupaten Merauke mencapai kurang lebih 400 kepala keluarga (KK). 
Para sesepuh dan masyarakat Lembata serta Flores Timur, NTT menghadiri pembubaran panitia pemilihan Ketua IKL bulan April lalu – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Angela Flassy
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 00:09 WP
Features |
Minggu, 09 Desember 2018 | 20:46 WP
Features |
Minggu, 09 Desember 2018 | 03:29 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Merauke, Jubi - Ikatan Keluarga Lamaholot (IKL) dari gabungan dua kabupaten yakni Flores Timur dan Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berdiam di Kabupaten Merauke, bukan merupakan wadah organisasi politik. Wadah ini sebagai ‘payung’ untuk berkumpul bersama sekaligus membagi pengalaman hidup serta melakukan kegiatan positif lain.

Hal itu disampaikan Ketua IKL Kabupaten Merauke, Paulus Hayon saat memberikan sambutan pada pembubaran panitia pemilihan kepengurusan IKL yang berlangsung Jumat (24/5/2017). “Selain saling berbagi pengalaman, tentunya melalui wadah organisasi ini untuk lebih mempererat hubungan kekeluargaan di tanah perantauan,” katanya.

Dijelaskan, dari data sementara yang dimiliki, jumlah masyarakat IKL di Kabupaten Merauke mencapai kurang lebih 400 kepala keluarga (KK). 

“Itu data sementara. Tetapi kemungkinan bertambah. Dalam waktu dekat, kami akan lakukan pendataan lagi,” ujarnya.

Lebih lanjut Hayon yang juga dosen Universitas Negeri Musamus (Unmus) mengharapkan kepada masyarakat Flores Timur dan Lembata yang mendiami Bumi Anim Ha, agar selalu bersatu sekaligus membangun kekompakan.

“Ya, kalau ada kegiatan-kegiatan IKL dan lain-lain, kita semua harus ikut berpartisipasi. Tidak boleh hanya membiarkan pengurus bekerja sendiri,” pintanya.

Ketua Panitia Musyawarah Pemilihan Ketua IKL di Kabupaten Merauke, Siprianus Muda menyampaikan permohonan maaf, karena pembubaran panitia pemilihan Ketua IKL baru dapat dilaksanakan saat itu karena berbagai kesibukannya.

“Banyak keluarga menanyakan kepada saya kapan pembubaran panitia, setelah pelaksanaan pemilihan ketua IKL berlangsung bulan April lalu. Saya telah jelaskan agak molor, karena berbagai kesibukan. Namun demikian, hari ini dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Saat itu, Sipri mengucapkan terimakasih kepada semua pihak, termasuk keluarga besar masyarakat IKL yang telah memberikan dukungan, sehingga pelaksanaan musyawarah hingga pembubaran panitia dapat dilaksanakan dengan baik. (*)

loading...

Sebelumnya

Tiap KK OAP di Kampung Koa miliki satu hektare karet

Selanjutnya

Puluhan orang ikut pelatihan pembuatan pupuk organik cair

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 32778x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 14548x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 14547x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe