Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. LSM se-Pasifik nyatakan oposisi terhadap PACER Plus
  • Selasa, 30 Mei 2017 — 12:54
  • 1263x views

LSM se-Pasifik nyatakan oposisi terhadap PACER Plus

Puluhan kelompok lembaga swadaya masyarakat di Pasifik menyatakan diri untuk melawan kesepakatan perdagangan bebas di Pasifik, PACER Plus.
Pameran perdagangan Pasifik di Auckland, Selandia Baru. /RNZI
RNZI
Editor : Lina Nursanty

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Port Vila, Jubi – Puluhan kelompok lembaga swadaya masyarakat di Pasifik menyatakan diri untuk melawan kesepakatan perdagangan bebas di Pasifik, PACER Plus. Mereka berpendapat bahwa PACER Plus akan gagal dan merugikan rakyat Pasifik.  

Para pemimpin negara di Pasifik akan segera menandatangani kesepakatan perdagangan bebas Pasifik tersebut di Tonga, bulan depan. Namun, seluruh lembaga swadaya masyarakat dan kelompok masyarakat sipil serta organisasi bisnis diberikan kesempatan untuk mempelajari teks kesepakatan PACER Plus pada pekan ini di Port Vila, Vanuatu.

Kendati demikian, belum ada indikasi dari Sekretariat Forum Kepulauan Pasifik terutama dari kantor penasihat perdagangan mereka bahwa keberatan dari organisasi-organisasi sipil dan sektor privat ini akan dituangkan dalam teks PACER Plus.

Dalam sebuah surat terbuka, 60 kelompok organisasi sipil dan 233 individu mengatakan bahwa PACER Plus akan gagal jika tidak ada studi yang layak terkait dampak dari kesepakatan tersebut terhadap kesehatan, sumber daya alam dan lingkungan di masing-masing negara Pasifik.

Mereka juga mengkritisi tiadanya diskusi publik terkait dampak-dampak potensial seperti yang mereka khawatirkan.

Mereka menyarankan agar teks PACER Plus juga diikuti oleh catatan dan masukan terkait dampak PACER Plus terhadap hal-hal seperti disebutkan di atas. Catatan dan masukan ini harus dihasilkan dari studi yang layak dan independen, baik secara sosial, budaya, lingkungan dan hak asasi manusia.

Mereka mengatakan, kesepakatan PACER Plus ini akan menjadi ancaman terbesar bagi rakyat Pasifik serta lingkungan di Pasifik dalam beberapa generasi mendatang. Pokok-pokok kegiatan PACER Plus dinilai sangat eksploitatif dan hanya menguntungkan pihak investor dan pelaku perdagangan.

PACER Plus juga diduga akan memperlemah daya saing negara-negara Pasifik terhadap Selandia Baru dan Australia yang selalu menginginkan agar perdagangan bebas terjadi namun perlakuan mereka terhadap pekerja asal Pasifik di negara mereka masih mendapat perlakuan diskriminatif. **

loading...

Sebelumnya

Perempuan Tonga ingin hapuskan pernikahan dini

Selanjutnya

MSG dan Persemakmuran akan awasi pemilu PNG

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34506x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23261x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19054x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15606x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe