Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Otonomi
  3. Pemegang saham Bank Papua tolak pelaksanaan RUPS di Jayapura
  • Selasa, 30 Mei 2017 — 18:04
  • 2221x views

Pemegang saham Bank Papua tolak pelaksanaan RUPS di Jayapura

"Kami ini pemegang saham, saya bisa menarik semua saham dari Bank Papua jika RUPS tidak diadakan di Papua Barat," kata Urwanus di hadapan para direksi dan komisaris Bank Papua.
Suasana Pelaksanaan RUPS Bank Papua - Jubi/Alex
Alexander Loen
Editor : Yuliana Lantipo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1
 
Jayapura, Jubi - Para pemegang saham menolak pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Papua, dalam rangka laporan direksi tentang laporan keuangan bank pembangunan daerah Papua 2016, dan pemilihan dan penetapan komisaris 2017-2022, di Jayapura, Selasa (30/5/2017).
 
Salah satu pemegang saham di Bank Papua, Bupati Fak-Fak Muhammad Urwanas mengatakan pihaknya tidak setuju atas rencana pelakasanaan RUPS di Jayapura, pasalnya itu menyalahi kesepakan awal yang telah ditentukan untuk dilakukan di Papua Barat.Ia bahkan mengancam akan menarik seluruh sahamnya.
 
"Kami ini pemegang saham, saya bisa menarik semua saham dari Bank Papua jika RUPS tidak diadakan di Papua Barat," kata Urwanus di hadapan para direksi dan komisaris Bank Papua.
 
Hal senada datang dari Kepala Bidang Anggaran Dinas Keuangan Papua Barat, Enos Aronggear, yang mewakili pemerintah daerah Provinsi Papua Barat.
 
"Mewakili Gubernur Papua Barat, kami menolak pelaksanaan RUPS di Jayapura. Karena tidak sesuai dengan kesepakatan sebelumnya yang disepakati untuk dilaksanakan di Papua Barat," ucapnya.
 
Ditempat yang sama, Wali Kota Jayapura, Benhur Tommy Mano meminta pihak direksi Bank Papua untuk menyampaikan alasan yang mendasar kenapa RUPS harus dilakukan hari ini dan di Jayapura.
 
"Pihak Bank Papua harus sampaikan alasan yang kongkrit kepada kami kenapa RUPS dipindahkan secara tiba-tiba, sehingga pemegang saham bisa tahu," kata wali kota Jayapura itu.
 
Sementara itu, Komisaris Bank Papua Lipiyus Biniluk menjelaskan,keterbatasan anggaran menjadi alasan pembatalan pelaksanaan RUPS di Sorong, Papua Barat.
 
"Biaya RUPS cukup besar, karena dari kantor pusat harus memboyong semuanya ke Papua, tentunya ini membutuhkan biaya cukup besar. Sehingga dalam hal efisiensi anggaran menjadi faktor utama pembatalannya RUPS di Papua Barat," kata Lipiyus dihadapan para pemegang saham.
 
Terkait pembatalan ini, Biniluk mengaku telah mengirimkan surat ke Pemerintah Provinsi Papua Barat dan tidak ada komplain. Sehingga sesuai dengan regulasi dari pihak Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), maka RUPS dilaksanakan di Jayapura.
 
Ia menambahkan, OJK telah memberitahukan sebelumnya jika RUPS tidak diadakan pada Mei 2017, maka bank Papua akan terkena Pinalty atau Sanksi. (*)

loading...

Sebelumnya

ASN Papua diimbau hindari SPPD fiktif

Selanjutnya

Dinas PU demo kantor ULP Papua

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23423x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19127x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15631x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12668x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe