Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Domberai
  3. Pedagang diminta hentikan penjualan minol selama Ramadan 
  • Rabu, 31 Mei 2017 — 13:02
  • 2756x views

Pedagang diminta hentikan penjualan minol selama Ramadan 

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Teluk Bintuni, M. Suefi yang dihubungi dari Sorong, Senin (29/5/2017) mengatakan, imbauan tersebut secara tertulis dalam surat edaran Bupati nonor 04/65/BUP-TB/V/2017 tentang larangan penjualan minuman.
Ilustrasi minol dan alat elektronik yang disita di Bandara Sentani untuk dimusnahkan – Jubi/Dok. 
ANTARA
Editor : Timoteus Marten
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Sorong, Jubi – Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat meminta agar pedagang tidak menjual minuman beralkohol (minol) selama Ramadan demi menghormati umat muslin yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Teluk Bintuni, M. Suefi yang dihubungi dari Sorong, Senin (29/5/2017) mengatakan, imbauan tersebut secara tertulis dalam surat edaran Bupati nonor 04/65/BUP-TB/V/2017 tentang larangan penjualan minuman.

Ia mengatakan, surat edaran itu sudah disebarkan terutama kepada pemilik tempat hiburan malam, hotel dan penginapan serta panti pijat yang ada di Kabupaten Teluk Bintuni.

“Surat edaran Bupati itu adalah perintah yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah sehingga Satuan Polisi Pamong Praja akan menindak tegas pelaku usaha yang melanggar,” katanya. 

Menurut dia, larangan tersebut agar situasi Kabupaten Bintuni aman sehingga warga yang beragama muslim dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman.

“Kita harus menghormati saudara-saudara muslim menjalankan puasa dengan menciptakan situasi yang aman. Penjualan minuman keras dihentikan sementara waktu untuk menghindari konflik karena miras sumber kejahatan,” katanya. 

Selain Ramadan, kata dia, larangan penjualan miras sejak 25 Mei hingga 25 Juni 2017 tersebut juga untuk menjaga keamanan dalam rangka perayaan ulang tahun daerah yang ke-14 tahun 2017.

Suaefi berharap surat edaran itu dimengerti dan dilaksanakan oleh pedagang bahkan seluruh lapisan masyarakat agar Kabupaten Bintuni tetap aman. (*)

loading...

Sebelumnya

PSU di Maybrat, 7 pemilih bermasalah

Selanjutnya

Sepuluh staf BLUD Raja Ampat ikuti uji kompetensi

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34065x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19005x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17654x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe