Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Hana Hikoyai sebut lima pilar untuk menjaga danau Sentani
  • Rabu, 31 Mei 2017 — 18:24
  • 2181x views

Hana Hikoyai sebut lima pilar untuk menjaga danau Sentani

Sanitasi yang meliputi pelayanan air limbah, persampahan, drainase, kesehatan dan kebersihan merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus tersedia dan merupakan tanggung jawab bersama.
Sekda Kabupaten Jayapura Yerry F. Dien bersama masyarakat saat meninjau salah satu fasilitas STBM di Kampung Asei, Distrik Sentani Timur – Jubi/Engel Wally
Engelbert Wally
Editor : Timoteus Marten

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1
 
Sentani, Jubi – Kepala Bappeda Kabupaten Jayapura, Hana Hikoyabi mengatakan, Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) menjadi komponen tak terpisahkan dari kemajuan sanitasi di suatu wilayah.
 
Menurutnya STBM merupakan upaya bersama dari masyarakat oleh masyarakat dan untuk masyarakat
 
Sanitasi yang meliputi pelayanan air limbah, persampahan, drainase, kesehatan dan kebersihan merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus tersedia dan merupakan tanggung jawab bersama.
 
“STBM ini sendiri memiliki lima pilar yang terdiri dari stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga, dan pengelolaan limbah cair rumah tangga. Kelima pilar ini sangat penting bagi kita semua untuk menciptakan lingkungan dan tempat tinggal yang benar-benar ramah lingkungan,” katanya ketika ditemui Jubi di Sentani, Rabu (31/5/2017).
 
Menurut Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Sanitasi ini, untuk mengejar target RPJMN dan 100 persen akses sanitasi dan air bersih nasional pada tahun 2019, maka hal tersebut juga menjadi target Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBABS).
 
Maka dari itu, melalui Pokja Sanitasi Pemkab Jayapura memfasilitasi semua komponen lembaga dan lintas OPD untuk mewujudkan sanitasi yang baik secara bersama-sama.
 
Ia menyebutkan sebanyak 10.000 keluarga yang masih buang air besar sembarangan hingga Januari 2017. Sebagian besar keluarga ini tinggal dan hidup di distrik yang berdekatan dengan danau Sentani.
 
“Dampak dari prilaku ini berdasarkan berbagai penelitian yang telah dilakukan bahwa Danau Sentani telah tercemari dengan Bakteri E-Coli yang kadarnya sangat tinggi. Oleh sebab itu, kita mengharapkan apa yang dilakukan ini akan menjadi perilaku hidup masyarakat, yang dilakukan setiap hari untuk menjaga lingkungan. Yang terpenting adalah kelestarian danau Sentani,” katanya.
 
Kepala Kampung Yokiwa, Distrik Sentani Timur, Barnabas Awoitauw mengatakan, pihaknya sebagai aparat kampung dengan segala kemampuan yang dimiliki memberikan pengertian, dan mendorong masyarakat untuk selalu hidup sehat, dengan menjaga lingkungan yang dimulai dari keluarga.  (*)

loading...

Sebelumnya

Tujuh kampung di Sentani Timur sepakat stop BABS

Selanjutnya

FDS X diharapkan berdampak positif bagi masyarakat lokal

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34411x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 22989x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18971x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe