Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Otonomi
  3. Gubernur desak penjual miras angkat kaki dari Papua
  • Kamis, 08 Juni 2017 — 08:09
  • 1366x views

Gubernur desak penjual miras angkat kaki dari Papua

Penegasan ini disampaikan Lukas Enembe dihadapan para bupati, walikota dan petinggi TNI dan Polri saat memusnahkan 8835 botol dan kaleng miras, di Halaman Kantor Gubernur Jalan Soa Siu Dok II Jayapura, Rabu (7/6/2017).
Gubernur Papua Lukas Enembe didampingi para Forkompimda provinsi, kabupaten dan kota secara bersamaan memusnahkan minuman beralkohol - Jubi/Alex
Alexander Loen
Editor : Yuliana Lantipo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua

Jayapura, Jubi - Gubernur Papua Lukas Enembe mengancam akan mengusir para pemilik toko minuman beralkohol atau miras di wilayahnya, jika didapati masih menjual dengan bebas kepada masyarakat.

Penegasan ini disampaikan Lukas Enembe dihadapan para bupati, walikota dan petinggi TNI dan Polri saat memusnahkan 8835 botol dan kaleng miras, di Halaman Kantor Gubernur Jalan Soa Siu Dok II Jayapura, Rabu (7/6/2017).

"Kasih tahu mereka kami kasih pilihan, berhenti menjual minuman beralkohol atau tinggalkan Papua. Karena sudah banyak kali saya berbicara tapi masih ada terus penjualan miras ini. Makanya saya harap mulai hari ini para penjual ini dikasih tahu," katanya.

Ia mengaku, dirinya sudah sangat letih berbicara mengenai miras, sebab meski telah diterbitkan peraturan daerah yang melarang penjualan barang haram itu, namun masih saja ada yang coba-coba menjual dengan bebas kepada masyarakat.

"Hari ini kita musnahkan, tapi pasti masih ada toko yang menjual terus. Padahal ini merupakan pemusnahan yang ketiga kalinya, hanya saja pasti masih ada nantinya menjual. Lebih bagus kita bakar tokonya," ucap Enembe dengan tegas.

Gubernur Lukas Enembe katakan, jika kedepan masih ada para pemilik toko miras itu berarti pemilik toko merupakan pembunuh orang Papua. Sebab saat ini pihaknya baru berbicara untuk bagaimana menyelamatkan orang Papua dari kematian akibat miras.

"Saya harap pemusnahan kali ini merupakan yang terakhir dan jangan ada lagi yang berikut-berikut. Ini yang terakhir sudah," ucapnya.

Untuk itu, dirinya meminta Tim Pemberantasan Miras Provinsi Papua yang di ketuai oleh Asisten Bidang Pemerintahan Sekda Papua, Doren Wakerkwa untuk bekerja lebih maksimal.

"Apa perlu saya membentuk badan atau biro baru lagi untuk berantas miras. Saya minta tim ini bekerja dengan maksimal dengan melibatkan TNI, Polri dan Satpol PP," kata Enembe.

Sekadar diketahui, miras yang dimusnahkan berasal hasil sitaan dari Tokoh Indah Jaya 7.277 botol dan kaleng, Miramar 139 botol dan kaleng, Albert 299 botol dan kaleng, Surya 144, Kirana Jaya 101 botol dan kaleng, Tabi Permai 311 botol dan kaleng, Evan Jaya 211 botol dan kaleng, Phoenix Jaya 277 botol dan kaleng, serta Tiga Jaya 76 botol dan kaleng. (*)

loading...

Sebelumnya

Gubernur : Boleh pilih, berhenti jual miras atau angkat kaki dari Papua

Selanjutnya

Bappeda klaim sudah perbaiki temuan BPK

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34318x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 22551x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18762x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe