Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Tanpa air bersih, penghuni asrama Paniai terserang penyakit kulit
  • Senin, 12 Juni 2017 — 18:01
  • 1083x views

Tanpa air bersih, penghuni asrama Paniai terserang penyakit kulit

Ketua asrama mahasiswa Paniai di Jayapura, Marius Gobay mengatakan, karena tiap hari menggunakan air kotor dampaknya sebagian penghuni menderita penyakit kulit dan sempat dirawat di RSUD Abepura.
Asrama mahasiswa Paniai di Jayapura – Jubi/ Ist.
Abeth You
Editor : Syofiardi

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua
 
Paniai, Jubi - Penghuni asrama mahasiswa Paniai di Perumnas III, Kota Jayapura kekurangan air bersih, sehingga setiap hari terpaksa mengkonsumsi dan menggunakan air kotor untuk keperluan memasak dan mandi.

Ketua asrama mahasiswa Paniai di Jayapura, Marius Gobay mengatakan, karena tiap hari menggunakan air kotor dampaknya sebagian penghuni menderita penyakit kulit dan sempat dirawat di RSUD Abepura.

“Sudah lama kami tidak menikmati air bersih, kami kewalahan dapat air bersih tiap hari, selama ini kami konsumsi air sumur yang kotor, kalau banjir air sumur yang biasa kami gunakan penuh dengan lumpur,mandi pakai itu sehingga teman-teman kami ada yang menderita penyakit kulit,” kata Marius Gobay yang dikontak Jubi, Selasa (12/6/2017).

Ia menyebut, penghuni yang menderita penyakit kulit pernah dilarikan ke rumah sakit. Ia menyebutkan enam nama.

“Satu orang sudah sembuh, lima orang masih minum obat sambil kontrol,” katanya.

Keluhan air bersih, ujar dia, belum ditanggapi serius Pemerintah Kabupaten Paniai melalui instansi terkait. Padahal pihaknya pernah melayangkan surat, bahkan sering berkomunikasi lewat telepon genggam.

“Asrama ini aset pemerintah daerah, kami juga aset masa depan daerah, jadi asrama harusnya bukan asal dibangun, mestinya perlu dilengkapi dengan fasilitas yang memadai,” keluhnya.

Ironisnya, begitu minimnya perlengkapan yang ada di asrama, penghuni tetap membayar rekening air bersih dan iuran listrik.

Terpisah, Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Paniai, Jengko Pigome mengatakan, dalam dua pekan ke depan pihaknya akan melakukan pendataan apa saja yang dibutuhkan penghuni asrama.

“Ya, sementara kami data dulu, minimal dalam dua minggu ke depan, paling kami akan berkoordinasikan dengan ketua-ketua forum mahasiswa di seluruh kota studi, setelah itu minggu berikutnya kami transfer dana kepada mereka,” ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Lebih 200 pelajar dan mahasiswa Tanah Merah ikuti Mubes

Selanjutnya

Direktur: RSUD Yowari harus memiliki IPAL

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34321x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 22559x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18769x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe