Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Infrastruktur kesehatan kurang, warga PNG butuh perhatian khusus
  • Rabu, 14 Juni 2017 — 18:44
  • 1133x views

Infrastruktur kesehatan kurang, warga PNG butuh perhatian khusus

Hal ini dikatakan Deputy Gubernur Provinsi Sandaun, John Noss kepada wartawan di Vanimo, Rabu (14/6/2017).
Konsul RI Vanimo, Elmar Lubis (kanan) dan Deputy Gubernur Provinsi Sandaun, John Noss (kiri) saat penandatanganan dokumen penyerahan bantuan dua unit mobil ambulans di kantor Konsulat RI di Vanimo - Jubi/ Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
Editor : Syofiardi
LipSus
Features |
Rabu, 19 Desember 2018 | 06:43 WP
Features |
Selasa, 18 Desember 2018 | 16:32 WP
Features |
Senin, 17 Desember 2018 | 13:10 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua

Jayapura, Jubi - Infrastruktur yang sangat minim di Provinsi Vanimo, Provinsi Sandaun, Papua Nugini (PNG) membuat layanan kesehatan terhadap masyarakat setempat juga mengalami kendala, apalagi masyarakat yang tinggal jauh dari ibu kota provinsi.
 
Hal ini dikatakan Deputy Gubernur Provinsi Sandaun, John Noss kepada wartawan di Vanimo, Rabu (14/6/2017).
 
"Di sini (Provinsi Saundaun) hanya memiliki satu rumah sakit dan lima klinik kesehatan, dengan fasilitas kesehatan yang menim mengakibatkan banyak masyarakat yang tidak bisa terlayani dengan baik," katanya usai penyerahan bantuan dua unit mobil ambulans dari Pemerintah Indonesia.
 
Selain itu, kata Noss, di sana hanya ada dua unit mobil ambulans, namun mobil ambulans tersebut tidak bisa beroperasi karena dalam kondisi rusak.
"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, namun letak geografis yang sulit menyebabkan layanan sedikit tersendat," ujarnya.
 
Keberadaan masyarakat yang mendiami Provinsi Sandauan, tambahnya, cukup jauh sehingga akses masyarakat ke ibu kota provinsi juga sedikit tersendat karena transportasi lokal juga sudah jarang beroperasi ke kampung-kampung.
 
"Mungkin ini yang akan kami tingkatkan ke depan, sehingga selain pelayanan kesehatan, juga akses pendidikan juga bisa dibuka," ujarnya.
 
Ibu Ros Koni, warga Vanimo mengaku, banyak masyarakat yang tidak bisa mendapatkan akses layanan kesehatan karena letak rumah sakit dan klinik sangat jauh.
 
"Kalau ke rumah sakit atau klinik, masyarakat harus sewa mobil dengan ratusan Kina (mata uang PNG) untuk berobat di Vanimo atau di kampung terdekat yang memiliki klinik kesehatan, saya tinggal di Wutung, ke Vanimo butuh 45 menit untuk mendapatkan pelayanan kesehatan," katanya.
 
Terkait bantuan dua ambulans dari Pemerintah Indonesia, Ros Koni sangat berterima kasih karena bisa menekan biaya transportasi. (*)

loading...

Sebelumnya

Bupati hadiri acara penamatan 13 PAUD dan 2 TK

Selanjutnya

Bupati Jayapura apresiasi pelayanan Puskesmas Kampung Harapan

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23582x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19235x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15684x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12755x views
Domberai |— Senin, 10 Desember 2018 WP | 10867x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe