Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Blok tahanan wanita Lapas Doyo over kapasitas
  • Jumat, 16 Juni 2017 — 07:38
  • 1146x views

Blok tahanan wanita Lapas Doyo over kapasitas

"Tetap saja mereka rentan terhadap kekerasan dan rasa tidak aman. Kami juga mendengarkan secara langsung keluhan beberapa tahanan wanita tentang daya tampung ruangan," ujarnya.
Kepala Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey (baju putih) Ketika Berada di Lapas Doyo - IST
Arjuna Pademme
Editor : Kyoshi Rasiey

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua,

Jayapura, Jubi - Blok tahanan wanita di Lapas Narkotika Doyo, Kabupaten Jayapura, Papua kini over kapasitas. Hal ini ditemukan Komnas HAM Perwakilan Papua, Kamis (15/6/2017), ketika bersama Kepala Lapas Klas IIA Abepura bertemu dan berdiskusi sebelum pemindahan para tahanan dan narapidana perempuan ke Lapas Perempuan yang berada dalam blok Lapas Narkotika Doyo.

"Dalam kunjungan ini, kami meninjau kelayakan tiga kamar dalam blok wanita tersebut. Kamar yang hanya bisa menampung 20 orang, ternyata jumlah penghuninya kini berjumlah 36 orang," kata Kepala Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey via pesan singkatnya kepada Jubi.

Menurutnya, kondisi ini sangat memprihatinkan. Bagaimana mungkin para tahanan perempuan akan merasa aman dengan situasi seperti itu. Belum lagi mereka masih ada dalam satu areal dengan para tahanan narkotika walaupun berbeda blok.

"Tetap saja mereka rentan terhadap kekerasan dan rasa tidak aman. Kami juga mendengarkan secara langsung keluhan beberapa tahanan wanita tentang daya tampung ruangan," ujarnya.

Katanya, lantaran temuan itu, Komnas HAM langsung berkoordinasi dengan  Menteri Hukum dan  HAM, juga Pemprov Papua untuk segera mengambil langkah. Mendesak paling tidak menambah satu kamar lagi dalam blok wanita.

"Bagaimanapun, hak-hak narapidana dan tahan harus dijamin oleh negara melalui pemerintah," katanya.

Dihubungi terpisah, Wakil Ketua Komisi I DPR Papua yang membidangi pemerintahan, hukum dan HAM mengatakan, pihak terkait harus segera menindaklanjuti temuan Komnas HAM Perwakilan Papua itu.

"Meski mereka adalah tahanan, namun bukan berarti harus mendapat pelayanan tidak manusiawi. Mereka juga harus mendapat rasa aman dan nyaman," kata Orwan. (*)

loading...

Sebelumnya

BPLH Papua dukung TN Mamberamo Foja

Selanjutnya

Perkumpulan Suara Papua gelar pelatihan jurnalistik

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34511x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23267x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19056x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15607x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe