Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Gabung di PSI tak harus ikut UKBI
  • Minggu, 18 Juni 2017 — 18:42
  • 1052x views

Gabung di PSI tak harus ikut UKBI

“Kami ingin memudahkan karena setiap orang itu punya hak suara dan aspirasi. Sehingga tidak ada syarat-syarat yang menyulitkan menjadi anggota PSI, selama hal tersebut tidak bertentangan dengan syarat KPU kami tidak mengharuskan setiap anggota baru memiliki sertifikat UKBI,” kata Bendahara Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI, Suci Mayangsari kepada Jubi di Jayapura, Jumat (16/6/2017).
Proses pelaksana Ujian Kemahiran Berbahasa Indonesia yang berlangsung di kantor Balai Bahasa Papua – Jubi/Roy Ratumakin
Roy Ratumakin
Editor : Timoteus Marten
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua

Jayapura, Jubi – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tak mengharuskan tiap calon anggota dan kadernya untuk mengikuti Ujian Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) yang selama ini diwacanakan. 

“Kami ingin memudahkan karena setiap orang itu punya hak suara dan aspirasi. Sehingga tidak ada syarat-syarat yang menyulitkan menjadi anggota PSI, selama hal tersebut tidak bertentangan dengan syarat KPU kami tidak mengharuskan setiap anggota baru memiliki sertifikat UKBI,” kata Bendahara Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI, Suci Mayangsari kepada Jubi di Jayapura, Jumat (16/6/2017).

Beberapa waktu lalu Balai Bahasa Provinsi Papua dan Papua Barat mendorong masyarakat Indonesia, khususnya di Papua untuk mengikuti UKBI. Balai juga mendorong para pejabat di Papua untuk mengikuti UKBI agar mereka menjadi contoh bagi masyarakatnya dalam berbahasa Indonesia dengan baik dnan benar.  

“Secara internal partai kami belum memikirkan hal tersebut. Memang masih banyak pejabat di Indonesia yang belum bisa menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, namun sebagai Parpol hal itu bukan sebuah keharusan,” ujarnya.

Warga Kota Jayapura, Petrus Sape berpendapat, seharusnya setiap partai politik ketika membuka pendaftaran untuk masuk sebagai anggota partai wajib meminta sertifikat UKBI, agar orang-orang yang duduk dalam parpol tersebut mempunyai kompetensi lebih.

“Mereka itu kan calon pemimpin bagi masyarakatnya. Jadi, sudah sewajarnya sebuah parpol memiliki orang-orang yang berkompeten. Jangan hanya pintar dalam perpolitikan, namun juga pintar dalam bertutur kata yang baik dan benar. Jangan sampai, pejabat tersebut ngomong namun tidak dimengerti oleh masyarakatnya,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Dushut sebut paradoks hutan Papua

Selanjutnya

Selain Lukas Enembe, DPW PAN “tutup pintu” untuk kandidat Gubernur Papua lain

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34049x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18835x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17615x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe