Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Kemenpar RI sebut FDS unik
  • Selasa, 20 Juni 2017 — 18:50
  • 816x views

Kemenpar RI sebut FDS unik

Menurut dia festival ini juga unik karena mengangkat nilai-nilai dan keaslian budaya lokal. Karena itu, FDS merupakan aset Papua untuk mempromosikan Papua dan Indonesia kepada dunia. 
Tarian di atas perahu (Isolo) salah satu atraksi yang rutin dilaksanakan saat pembukaan FDS – Jubi/Engel Wally
Engelbert Wally
Editor : Timoteus Marten

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua

Sentani, Jubi – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia melalui Asisten Deputi Bidang Bisnis Pemerintahan, Tasbir yang menghadiri pembukaan Festival Danau Sentani (FDS) X, Senin (19/6/2017) di Kalkhote, Distrik Sentani Timur, Jayapura menilai FDS satu-satunya festival danau yang rutin dilaksanakan selama sepuluh tahun.

Menurut dia festival ini juga unik karena mengangkat nilai-nilai dan keaslian budaya lokal. Karena itu, FDS merupakan aset Papua untuk mempromosikan Papua dan Indonesia kepada dunia. 

Ia mengatakan, jika FDS dikelola pihak swasta, maka sistem yang telah dilaksanakan selama sepuluh tahun itu menjadi dasar yang kuat bagi sistem penyelenggara FDS selanjutnya yang lebih baik.

“Masih banyak pihak swasta yang dapat kita ajak dan ikut sertakan dalam sistem pengelolaan FDS ini. Sebab di daerah lain iven seperti ini sudah dikelola oleh pihak swasta, sementara untuk Pemerintah daerah hanya soal izin yang dimudahkan bagi penyelenggara. Kami juga akan membantu memberikan pemahaman terkait hal ini yang lebih mudah yang dikelola oleh pihak swasta," ujarnya. 

Saat yang sama Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw mengatakan, FDS kali ini dikelola pihak swasta. Meski demikian, masyarakat adat harus dilibatkan. 

“Seperti yang sudah disampaikan oleh Gubernur Papua, boleh saja pihak swasta mengambil alih sistem pengelolaannya, tetapi jangan mengorbankan kepentingan masyarakat lokal, karena festival ini diadakan sesungguhnya untuk masyarakat adat yang secara terus-menerus berkontribusi dalam pembangunan daerah,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Eunike Ohee, jual lukisan kulit kayu penuhi kebutuhan keluarga

Selanjutnya

Jelang Lebaran, bahan pokok di Jayapura aman 

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34257x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 22192x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18556x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe