Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Domberai
  3. Patung Rojit harus diabadikan di pasar mama Papua
  • Rabu, 21 Juni 2017 — 13:12
  • 1849x views

Patung Rojit harus diabadikan di pasar mama Papua

Desakan mengabadikan nama Rojit di pasar permanen yang dibangun Presiden Jokowi itu cukup beralasan. Ayah Rojit, Samuel Jitmau ketika ditemui Jubi di Sorong, Papua Barat, Selasa (20/6/2017) mengatakan, kasus yang menimpa anaknya direkayasa. Keluarga menduga terjadi konspirasi yang mengakibatkan hukuman terdakwa “dimainkan”.
Ayah Rojit, Samuel Jitmau ketika ditemui Jubi di Sorong, Papua Barat, Selasa (20/6/2017) – Jubi/Dok.
Niko MB
Editor : Timoteus Marten
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua

Sorong, Jubi – Keluarga almarhum Robert Jitmau (Rojit), mantan Koordinator Solidaritas Pedagang Asli Papua (Solpap) yang meninggal setahun lalu mendesak agar dibangun patung dan nama Rojit di pasar mama-mama Papua, Jalan Percetakan, Kota Jayapura. 

Desakan mengabadikan nama Rojit di pasar permanen yang dibangun Presiden Jokowi itu cukup beralasan. Ayah Rojit, Samuel Jitmau ketika ditemui Jubi di Sorong, Papua Barat, Selasa (20/6/2017) mengatakan, kasus yang menimpa anaknya direkayasa. Keluarga menduga terjadi konspirasi yang mengakibatkan hukuman terdakwa “dimainkan”.

“Kami keluarga sudah tahu itu. Cuma kami masih menunggu,” katanya. 

Mengabadikan nama almarhum untuk pasar tersebut dinilainya sebagai bentuk penghargaan terhadap anak sulung Samuel, yang memperjuangkan pasar permanen bersama mama-mama Papua dan Solpap. 

“Nyawa Rojit harus dibayar mahal untuk perjuangan ini. Mereka harus kasih nama. Solpap dan Pokja harus hormati perjuangan Rojit,” katanya. 

Ibu kandung Rojit, Marice Jitmau juga berpendapat serupa. Marice bahkan belum rela melepaskan kepergian anak sulungnya yang dinilai tak wajar. 

“Rojit adalah pahlawan ekonomi yang rela mengorbankan keluarga dan pekerjaannya sebagai dosen Uncen, hanya agar kepentingan ekonomi mama Papua menjadi baik,” kata Marice. (*)

loading...

Sebelumnya

20 legislator Kaimana safari Ramadan di lima distrik

Selanjutnya

ASDP Sorong tak menambah armada jelang lebaran

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34016x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18531x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17506x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe