Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Dosen Uncen sebut kawasan Kamwolker kritis
  • Kamis, 29 Juni 2017 — 19:31
  • 2296x views

Dosen Uncen sebut kawasan Kamwolker kritis

“Perubahan di sepanjang kali Kamwolker disebabkan karena aktivitas manusia melakukan penebangan liar, membakar hutan, dan ladang berpindah-pindah, sehingga morfologi sungai pun ikut berubah,” katanya kepada Jubi di Kota Jayapura, Kamis (29/6/2017).
Kali Kamwolker, Distrik Heram merupakan satu-satunya kali di tengah Kota Jayapura yang airnya jernih. Penebangan liar, galian C dan pembukaan lahan menjadi kawasan ini kritis – Jubi/IST
Hengky Yeimo
Editor : Timoteus Marten
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 00:09 WP
Features |
Minggu, 09 Desember 2018 | 20:46 WP
Features |
Minggu, 09 Desember 2018 | 03:29 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua

Jayapura, Jubi – Dosen Geografi Universitas Cenderawasih (Uncen) Eka K. Yeimo menilai kawasan Kamwolker, Distrik Heram, Kota Jayapura sudah rusak dan kritis. 

Hal itu disebabkan karena aktivitas warga seperti penebangan liar dan galian C di sekitar hulu sungai.

“Perubahan di sepanjang kali Kamwolker disebabkan karena aktivitas manusia melakukan penebangan liar, membakar hutan, dan ladang berpindah-pindah, sehingga morfologi sungai pun ikut berubah,” katanya kepada Jubi di Kota Jayapura, Kamis (29/6/2017).

“Jika bentuk sungai terganggu akan berpengaruh pada aliran sungai, dimana airnya tidak tertahan pada bebatuan. Penebangan liar ini dilakukan juga sampai ke hulu, sebab akan mempengaruhi debit air yang mengalir,” lanjutnya, 

Daerah Aliran Sungai (DAS) yang rusak disebutnya berdampak pada warga yang memanfaatkan air bersih, terutama PDAM sebagai pengelola air. Pasalnya kali Kamwolker satu-satunya sumber air bersih yang mengalir di tengah-tengah Kota Jayapura. 

“Untuk mencegah agar Kamwolker tetap aman, maka hindari penebangan liar dan pengambilan bahan galian C. Tidak boleh mengambil bahan galian C karena akan mengurangi morfologi sungai dan mempengaruhi debit air,” katanya. 

Aktivitas warga yang tidak bertanggung jawab di kawasan itu juga akan berdampak erosi, kekeringan dan longsor.

“Untuk mencegah tidak terjadi kerusakan pada bibir kali Kamwolker tidak boleh membangun rumah dekat dengan aliran air. Jika hendak membangun jarakanya 50 meter (dari kali),” katanya. 

Warga Perumnas 3 Waena, Distrik Heram, Margion meminta Pemerintah Kota Jayapura menindak tegas oknum-oknum perusak lingkungan di kawasan ini. 

“Saya harap Dinas Kehutanan atau Lingkungan Hidup harus proaktif menyuarakan hal ini, sebab kali Kamwolker satu-satunya kali di tengah Kota Jayapura yang jernih dan dinikmati semua orang,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Dermaga Yahim dipenuhi sampah, lalu lintas macet 

Selanjutnya

Socratez: Keselamatan ada di dalam gereja

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 32729x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 14525x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 14256x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe