Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Harga bawang dan rica di Pasar Pahara tetap mahal
  • Senin, 03 Juli 2017 — 08:17
  • 1134x views

Harga bawang dan rica di Pasar Pahara tetap mahal

Seorang pedagang bawang, Aran mengatakan, kenaikan bawang tergantung pembeli. Ketika pembeli masih banyak dari barang harga akan tetap tinggi.
Bawang-bawang merah di pasar - Jubi / Yance Wenda.
Yance Wenda
Editor : Syofiardi

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Jubi | Portal berita No. 1 di Tanah Papua

Sentani, Jubi - Walaupun lebaran Idul Fitri telah lewat, namun harga bawang merah, bawang putih, rica, dan tomat masih mahal di Pasar Pahara Sentani.

Seorang pedagang bawang, Aran mengatakan, kenaikan bawang tergantung pembeli. Ketika pembeli masih banyak dari barang harga akan tetap tinggi.

"Sebelum lebaran kemarin bawang merah itu Rp60 ribu per kg dan bawang putih Rp70 ribu, hingga sekarang harga masih belum juga turun," katanya.

Namun harga tersebut berbeda di Abepura. Di Abepura bawang putih per kilogram hanya Rp50 ribu dan bawang merah sama Rp60 ribu.
 
"Tidak hanya bawang tetapi, harga rica juga tidak turun, bahkan naik usai lebaran, rica bermain harganya, bahkan setelah lebaran malah naik," kata Aron.

Penyebab naiknya harga rica, katanya, karena berkurangnya stok akibat musim hujan. Rica dipasok dari Arso dan tempat pengambilannya di Abepura, Pasar Youtefa.

Sedangkan harga tomat masih stabil, Rp20 ribu per kg.

Seorang pembeli, Silvia Wally mengatakan, harga bawang merah dan putih harus turun karena kebutuhan masyarakat paling utama untuk menyedapkan masakan.

"Coba siapa yang tidak butuh bawang, semua kan butuh bawang, jadi harga bawang dan bumbu lainnya harus diturunkan," katanya di Pasar Pahara Sentani.

Ia meminta pemerintah ikut bertindak untuk kembali menormalkan harga setelah lebaran.

"Lebaran kan sudah selesai to, kalo bisa pemerintah tertibkan harga-harga yang masih di atas ini, karena ini kebutuhan pokok utama, siapa yang tidak suka pedis-pedis, orang yang makan pinang saja suka yang pedis-pedis kalo masak tanpa bumbu itu bagaikan makanan yang hampa begitu to,” jelas Sivia. (*)

loading...

Sebelumnya

Mama Yetta jualan pernak-pernik unik

Selanjutnya

Pengiriman kayu log keluar Papua harus tegas

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23377x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19104x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15621x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12633x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe