Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Disperindagkop latih 120 usahawan asli Papua
  • Kamis, 20 Juli 2017 — 18:29
  • 1539x views

Disperindagkop latih 120 usahawan asli Papua

Kepala Bidang UKM Diseperindagkop dan UKP Kota Jayapura Susi Antimiarsih mengatakan, peserta pelatihan adalah perempuan dan pemuda kelompok UKM di 39 kampung dan kelurahan se-Kota Jayapura. Mereka pelaku bisnis katering, pangkas rambut, kios, dan usaha batik.
Suasana pelatihan yang diadakan Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura – Jubi, Sindung Sukoco. (jubi /Sindung)
Sindung Sukoco
Editor : Syofiardi

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UKM Kota Jayapura memberikan pelatihan kepada 120 usahawan asli Papua selama tiga hari, 19-21 Juli 2017 di Badan Diklat Kota Jayapura. 

Kepala Bidang UKM Diseperindagkop dan UKP Kota Jayapura Susi Antimiarsih mengatakan, peserta pelatihan adalah perempuan dan pemuda kelompok UKM di 39 kampung dan kelurahan se-Kota Jayapura. Mereka pelaku bisnis katering, pangkas rambut, kios, dan usaha batik.

Mereka dilatih agar lebih baik mengelola usaha dan bisa bekerja sama dengan perbankan.
 
"Selain mendapatkan pelatihan kewirausahaan dan manajemen keuangan peserta juga  diberikan pengetahuan terkait permodalan perbankan dan investasi dalam pengembangan usaha," katanya kepada Jubi, Kamis (20/7/2017).
 
Selain itu, tambahnya, peserta didorong untuk saling bekerja sama dan tidak menjatuhkan sesama pelaku UKM. Sehingga kerja sama tersebut bisa dipupuk dan dipertahankan supaya iklim persaingan usaha yang tak baik tidak terjadi di antara para peserta.
 
"Dengan ini kita minta mereka tetap solid dan tak lagi hanya menggantungkan dari bantuan, terutama pemerintah, tetapi lebih menegaskan kemampuannya mengembangkan usaha yang ada demi keberlangsungan ekonomi ke depannya," ujarnya.
 
Seorang peserta, Yomida Hamadi, mengaku dari pelatihan batik yang diterimanya tahun lalu bisa memperoleh kemajuan untuk menganalisis, mencoba mencari solusi, dan mengembangkan kemampuan dalam menajemen dan keuangan dari usahanya yang baru dirintisnya bersama empat orang anggota kelompok di Kelurahan Asano.
 
"Kesuksesan usaha batik menjadi sumber mata pencairan dan sebagai pengelola usaha sendiri dan menguntungkan, meski belum sampai pemasaran tapi ini awal dari menggambar men-canting dan mewarnai, kami harap ini bisa berkembang menjadi salah satu pabrik batik Port Numbay," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Usaha cakbor hasilkan Rp500 ribu hingga Rp1 juta per hari

Selanjutnya

Rp2 juta sehari dari menjual sayur paku

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34453x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23131x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19012x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe