Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Penjual nenas di Jalan Baru Skyline bisa jual 30 buah sehari 
  • Kamis, 20 Juli 2017 — 18:37
  • 1884x views

Penjual nenas di Jalan Baru Skyline bisa jual 30 buah sehari 

Heni ketika ditemui Jubi, Kamis (20/7/2017). Heni mengatakan, seharian ia bersama teman-teman lainnya berjualan nenas sama seperti dirinya dengan menjajakan jualan di atas pondok meja.
Mama Heni sedang berjualan nenas di Jalan Baru Bhayangkara Skyline – Jubi/ Agus Pabika.
Agus Pabika
Editor : Syofiardi
LipSus
Features |
Rabu, 19 Desember 2018 | 06:43 WP
Features |
Selasa, 18 Desember 2018 | 16:32 WP
Features |
Senin, 17 Desember 2018 | 13:10 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal I Jubi
 
Jayapura, Jubi – Mama Heni, pedagang buah nenas di Jalan Baru Bhayangka Skyline mengatakan, dalam sehari bisa menjual 10 hingga 20 buah nenas. Nenas yang dijualnya sudah dikemas dalam plastik dengan harga Rp20 ribu hingga Rp30 ribu per buah.

“Harga tergantung ukuran dan kematangan buah nenas, terkadang pengunjunganya ramai dan sering juga tidak,” kata Mama

Heni ketika ditemui Jubi, Kamis (20/7/2017). Heni mengatakan, seharian ia bersama teman-teman lainnya berjualan nenas sama seperti dirinya dengan menjajakan jualan di atas pondok meja.

“Setiap hari kami berjualan di sini, lumayan ada pembeli yang datang dan singgah di sini, di sini tempatnya sombar dan dekat dengan rumah, jadi kami bisa kerjakan aktivitas lain seperti menganyam noken sambil menunggu jualan kami,” katanya. 

Ia mengaku lebih nyaman berjualan di tempat tersebut daripada harus ke Pasar Youtefa, karena jarak dan tempat yang kurang nyaman untuk ia dan teman-temannya berjualan. Terkadang panas dan banyak kotoran sampah di sana dibanding di tempat sekarang yang pembeli hanya singgah untuk membeli dan langsung jalan.

“Nenas yang kami jual ini dari kebun yang kami tanam sendiri di sekitar rumah,” tuturnya. 

Seorang pembeli, Anias Lengka, mengaku senang melihat mama-mama Papua yang berjualan, karena saat membeli hasil kebun dan usaha mereka bisa memberdayakan mama-mama sendiri, meskipun dengan harga yang lebih tinggi.

“Kalau bukan kita sendiri yang memberdayakan mereka siapa lagi, jadi saya ajak teman-teman semua untuk jangan lihat harga dari jualan hasil kebun mereka, entah sayur, petatas, pinang, dan lainnya, karena saat kita membeli pada mama-mama kita akan memotivasi mereka untuk mengembangkan ekonomi lebih besar lagi,” ujarnya. (*) 

loading...

Sebelumnya

Rp2 juta sehari dari menjual sayur paku

Selanjutnya

20 kelompok ternak Deiyai mendapat bantuan dana

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23565x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19224x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15668x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12750x views
Domberai |— Senin, 10 Desember 2018 WP | 10854x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe