Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Maluku
  3. Pembangunan rel kereta api di Halmahera belum layak
  • Minggu, 23 Juli 2017 — 16:14
  • 2917x views

Pembangunan rel kereta api di Halmahera belum layak

Malut justru lebih membutuhkan pembangunan transportasi laut, karena wilayah kepulauan dan masyarakat setempat lebih menyukai transportasi laut yang biayanya sangat murah.
Ilustrasi. Jubi/Money.id
ANTARA
Editor : Syam Terrajana

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Ternate, Jubi - Wakil Gubernur Maluku Utara (Malut) Muhammad Natsir Thaib mengatakan, pembangunan rel kereta api di Pulau Halmahera belum layak, karena sekitar 80 persen kondisi di pulau itu berbukit-bukit.

"Pembangunan rel kereta api harus di lahan yang datar. Selain itu, di wilayah Halmahera belum banyak pusat-pusat produksi yang akan diangkut dengan transportasi kereta api," katanya.

Pemprov saat ini berupaya mendatangkan berbagai transportasi laut yang memadai, dan lebih bermanfaat dibandingkan pembangunan rel kereta api.

"Kondisi Pulau Halmahera berbeda dari Pulau Jawa dan Sumatera. Pembangunan rel kereta di dua pulau itu pasti lebih murah dibandingkan di Halmahera yang berbukit-bukit dan bergunung," katanya.

Malut justru lebih membutuhkan pembangunan transportasi laut, karena wilayah kepulauan dan masyarakat setempat lebih menyukai transportasi laut yang biayanya sangat murah.

"Jadi, yang harus didorong adalah penyediaan transportasi laut berupa kapal fery, yang sampai saat ini belum bisa menjangkua seluruh pulau yang ada di Malut," katanya.

Selain itu, masyarakat Malut terkenal sangat pelaut sangat cocok kalau transportasi laut menjadi prioritas utama dalam mendorong perekonomian masyarakat, jika dibandingkan dengan rencana pembangunan rel kereta api untuk membantu aktivitas transportasi darat bagi masyarakat khususnya di Pulau Halmahera.

Oleh karena itu, dirinya mengapresiasi upaya pemerintah pusat untuk membangun sejumlah pelabuhan yang representatif, sehingga bisa disinggahi kapal-kapal besar di berbagai pelosok di Pulau Halmahera.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo pada Mei 2017 lalu telah meresmikan Fasilitas Pelabuhan Tapaleo, Pelabuhan Wayabula dan Pelabuhan Bicoli yang dipusatkan di Pelabuhan Laut Tapaleo, Desa Tepeleo, Kecamatan Patani Utara, Kabupaten Halmahera Tengah.(*)
 

loading...

#

Sebelumnya

BPBD Ambon kehabisan terpal

Selanjutnya

Penumpang kapal Pelni tidak perlu bayar tempat tidur

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23388x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19106x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15621x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12638x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe