Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Direktur: petugas RSUD Yowari harus tahu pengelolaan sampah
  • Senin, 24 Juli 2017 — 09:23
  • 1164x views

Direktur: petugas RSUD Yowari harus tahu pengelolaan sampah

"Jujur saya katakan, petugas di rumah sakit ini juga belum semuanya mengerti tentang dampak infeksi dan penularan dari sampah medis di sekitar rumah sakit ini,” ujarnya kepada Jubi di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.
Ilustrasi RSUD Yowari - Jubi/Dok
Yance Wenda
Editor : Syofiardi

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Sentani, Jubi - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari dr. Michael Demetowu mengatakan, petugas rumah sakit harus mengetahui pengelolaan dan pembuangan sampah medis yang benar.
 
"Jujur saya katakan, petugas di rumah sakit ini juga belum semuanya mengerti tentang dampak infeksi dan penularan dari sampah medis di sekitar rumah sakit ini,” ujarnya kepada Jubi di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.
 
Sebagai orang kesehatan, lanjutnya, mestinya petugas rumah sakit menjadi contoh dalam membuang sampah yang benar, baik sampah medis maupun sampah rumah tangga, kepada masyarakat.
 
"Seharusnya merekalah yang menjadi contoh, membedakan ini sampah medis dan ini sampah rumah tangga, ini kadang terjadi botol infus masuk dan kotak makanan masuk campur jadi satu," ucap Michael.
 
Ia menjelaskan, dalam hal kebersihan di RSUD Yowari, ada petugas yang belum mengerti membuang sampah pada tempatnya masing-masing. Padahal sudah disampaikan jika sampah medis harus dipisahkan dari sampah rumah tangga.
 
“Ada yang pikir ini sampah, jadi kita buang saja di situ tidak, semua itu harus dipisahkan, baik selang infus, jarum suntik, spoit, botol infus, itu semua harus pisah-pisah, tidak bisa dicampur,” katanya.
 
Untuk menuju RSUD Yowari mendapatkan akreditasi tahun depan, tambahnya, hal-hal kecil seperti itu harus dilengkapi. Namun sekarang ia mengakui rumah sakit tersebut juga masih kekurangan bak sampah.
 
"Untuk menuju BLUD dan akreditasi tahun depan, hal-hal seperti ini harus dilengkapi dan kita tak bisa kerja sendiri, pamerintah daerah harus bantu,” katanya.
 
Terpisah, Ferlly Kogoya, seorang warga mengatakan, seharusnya sampah-sampah rumah sakit tidak dibuang sembarang karena dampaknya berbahaya.
 
"Misalnya anak-anak itu suka main spoit bekas pakai, kalau seandainya mereka kena jarum kan bisa tertular," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

5 tahun tak ada OSIS, kepsek baru bentuk pengurus

Selanjutnya

SMPN 6 Jayapura raih penghargaan Sekolah Layak Anak

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34441x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23083x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18994x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe