Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Domberai
  3. Hanya Tiga Perusahaan Sawit di Tanah Papua yang Kantongi Sertifikat ISPO
  • Senin, 07 Agustus 2017 — 17:00
  • 2764x views

Hanya Tiga Perusahaan Sawit di Tanah Papua yang Kantongi Sertifikat ISPO

Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) mencatat  dari sekitar 30 perusahaan kelapa sawit yang berinvestasi di Papua dan Papua Barat hanya tiga perusahaan yang telah mengantongi sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO).
Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO) - Jubi/IST
Niko MB
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Selasa, 18 Desember 2018 | 16:32 WP
Features |
Senin, 17 Desember 2018 | 13:10 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Sorong, Jubi - Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) mencatat  dari sekitar 30 perusahaan kelapa sawit yang berinvestasi di Papua dan Papua Barat hanya tiga perusahaan yang telah mengantongi sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO).

Ketiga Perusahan tersebut adalah PT. Tunas Swaerna di Papua, PT. Inti Kebun Sejahtera dan PT.  Henrison Inti di Papua Barat.

Ketiga perusahaan inilah yang menurut Ketua AMAN Sorong, Raya Kostan Manggablo, relative tidak bermasalah dalam mengoperasikan persuahaannya di Tanah Papua karana telah memenuhi standar perusaahan dan aturan internasional untuk menjamin hak masyarakat adat, wilayah adat, dan memperhatikan hak pekerja.

"Hanya tiga perusahan yang sudah memegang sertifikat ISPO. Lainya masih bermasalah dan harus memenuhi standar ISPO," kata Kostan, kepada Jubi, Senin (7/8/2017).

Sementara itu, aktivis Buruh Internasional, Yohanis Akwan, menilai penekanan kepada perusahaan kelapa sawit tentang sertifikat ISPO perlu dikawal demi hak dan kesejahteraan pekerja yang sering diabaikan pihak perusahaan.  

Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO) adalah suatu kebijakan yang diambil Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementrian Pertanian dengan tujuan untuk meningkatkan daya saing minyak sawit Indonesia di pasar dunia dan ikut berpartisipasi dalam rangka memenuhi komitmen Presiden Republik Indonesia untuk mengurangi gas rumah kaca serta member perhatian terhadap masalah lingkungan.

ISPO dibentuk pada tahun 2009 oleh pemerintah Indonesia untuk memastikan bahwa semua pengusaha kelapa sawit memenuhi standar pertanian yang diizinkan. ISPO merupakan standar nasional minyak sawit pertama bagi suatu negara, dan negara lain kini mencoba mempertimbangkan untuk mengimplementasikan standar serupa di antara produsen minyak sawit. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Kasatker PU: Jalan Lingkar Arar rusak, itu tanggung-jawab kontraktor

Selanjutnya

Kantor Pos Sorong layani program ‘Indonesia Bergerak’

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23525x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19203x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15654x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12726x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe