Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. French Polynesia lebih keras melawan ekspansi tambang fosfat
  • Selasa, 08 Agustus 2017 — 08:13
  • 993x views

French Polynesia lebih keras melawan ekspansi tambang fosfat

Pemerintah French Polynesia sendiri mendukung pembukaan lebih banyak tambang namun memberikan lisensi bersyarat yang bergantung dari hasil survey dari pemilik tanah yang terkena dampak operasi tambang, dan dapat dibatalkan berdasarkan keluhan pemilik tanah.
Makatea di French Polynesia - RNZI/Amelie David
RNZI
Editor : Zely Ariane

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Makatea, Jubi – Penolakan terhadap rencana pengoperasian kembali  tambang fosfat berskala besar di Makatea, French Polynesia semakin meningkat setiap harinya.

Perusahaan tambang Australia, Avenir Makatea, telah menyatakan keinginan mereka menambang area sebesar enam kilometer persegi di pulau karang di Makatea selama lebih dari dua puluh tahun treakhir.

Sementara perusahaan telah mengabaikan area tambang ini sejak setengah abad yang lalu.

Sebuah kelompok yang terdiri dari 24 organisasi lingkungan hidup kini bergabung dalam dua asosiasi menuntut agar proyek ini dihentikan dan tidak diteruskan kembali.

Kelompok yang bernama Te Ora Naho dalam wawancaranya dengan Radio1 di Tahiti menyatakan mereka mempertanyakan klaim dari Avenir Makatea bahwa daerah yang dieksploitasi akan dapat direhabilitasi selama dan setelah operasi tambang.

Kelompok ini menyerukan kekhawatiran mereka bahwa tambang terbuka akan menyisakan daerah yang kering dan menyebabkan penggurunan.

Mereka juga menyatakan ada banyak alternatif lain untuk peluang kerja selain tambang fosfat tersebut, contohnya peluang yang pasar alternatif dibidang agrikultur,

Pemerintah French Polynesia sendiri mendukung pembukaan lebih banyak tambang namun memberikan lisensi bersyarat yang bergantung dari hasil survey dari pemilik tanah yang terkena dampak operasi tambang, dan dapat dibatalkan berdasarkan keluhan pemilik tanah.(Elisabeth C. Giay)

loading...

Sebelumnya

Bahasa Kepulauan Cook perlu diajarkan ke generasi baru

Selanjutnya

Jurnalis Manus: Polisi Papua Nugini akan serang Pulau Manus

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34502x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23245x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19051x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15606x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe