Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Meepago
  3. Pemkab Deiyai tetap laksanakan upacara 17 Agustus
  • Selasa, 08 Agustus 2017 — 14:18
  • 1766x views

Pemkab Deiyai tetap laksanakan upacara 17 Agustus

Walaupun diwarnai duka atas peristiwa penembakan di kampung Oneibi yang menewaskan satu orang dan melukai belasan lainnya, Pemerintah Kabupatan (Pemkab) Deiyai tetap akan melaksanakan upacara peringatan HUR RI ke 72, pada 17 Agustus nanti, di lapangan Tomas Adii Waghete.
Umbul-umbul yang dibakar warga Deiyai dan ditaruh di tengah lapangan Tomas Adii Waghete  – Jubi/Abeth You
Abeth You
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal I Jubi,


Deiyai, Jubi – Walaupun diwarnai duka atas peristiwa penembakan di kampung Oneibi yang menewaskan satu orang dan melukai belasan lainnya, Pemerintah Kabupatan (Pemkab) Deiyai tetap akan melaksanakan upacara peringatan HUR RI ke 72, pada 17 Agustus nanti, di lapangan Tomas Adii Waghete.

Niel Pekei, warga Oneibo, mengatakan hingga  kini pihaknya masih dalam suasana duka namun pihak tertentu memaksakan untuk menggelar upacara tersebut.

“Kejadian ini terjadi pada awal bulan Kemerdekaan Indonesia, 1 Agustus. Ini membuat hati kami hancur. Kami sepakat tidak mengadakan upacara pada 17 Agustus nanti. Itu kami sepakat pada tanggal 2 Agustus di halaman Polsek Tigi saat jenasah Yulianus kami taruh di sana,” kata Niel Pekei, kepada Jubi, di Waghete, Selasa, (8/8/2017).

Sebagai bukti penolakan tersebut, sesaat setelah terjadi penembakan secara spontan warga Tigi merobohkan tiang bendera di lapangan Tomas Adii Waghete.

“Spontan warga kasih rusak tiang bendera sebagai bentuk protes atas kematian Yulianus,” ungkapnya.

“Kalau mau laksanakan upacara berarti mau bunuh secara sistematis kepada kami. Kami sedang duka. Pemda Deiyai lagi mau paksakan kami untuk berikan kebebasan lagi. Kami tidak punya hak untuk tahan bendera bintang merah putih,” katanya menambahkan.

Terpisah, Ketua Panitia HUT 17 Agustus 2017 Kabupaten Deiyai, Simon Mote, mengaku pihaknya tengah membenahi kerusakan tiang bendera dan sejumlah umbul-umbul yang dirusak warga pasca penembakan.

“Kami akan laksanakan upacara bendera 17 Agustus nanti. Sementara kami sedang benahi tiang bendera yang patah dan beberapa umbul-umbul,” kata Simon Mote via selular kepada Jubi.

Ditambahkan, menjelang upacara pihaknya telah berkordinasi dengan warga terutama pihak keluarga korban untuk mengizinkan menggelar upacara itu.  (*)

 

loading...

Sebelumnya

Kebakaran kios di Waghete diduga hanya pengalihan isu tragedi Deiyai berdarah

Selanjutnya

Banjir di Paniai, ini solusi dari Dewan Adat Paniai

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34478x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23197x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19035x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15595x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe