Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Maluku
  3. Malut kaji kemungkinan produksi garam
  • Selasa, 08 Agustus 2017 — 18:54
  • 1842x views

Malut kaji kemungkinan produksi garam

Pesisir pantai di Malut yang dinilai potensial pengembangan produksi garam, di antaranya Pulau Morotai Kabupaten Pulau Morotai dan Pulau Kayoa Kabupaten Halmahera Selatan.
Ilustrasi. Jubi/Myclfree.com
ANTARA
Editor : Syam Terrajana

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Ternate, Jubi - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Maluku Utara (Malut) diminta menjajaki kemungkinan pengembangan produksi garam di kabupaten itu dengan memanfaatkan potensi pesisir pantai di 800 lebih pulau di provinsi ini.

"Kalau hasil pengkajian pengembangan produksi garam memungkinkan dilakukan maka DKP perlu memprogramkannya dengan memanfaatkan nelayan pesisir sebagai pelaku utama," kata anggota Komisi III DPRD Malut Irfan Umasugi di Ternate, Selasa ( 08/08/2017.

Banyak teknologi produksi garam yang bisa diadopsi di Malut, di antaranya teknologi yang diperkenalkan Badan Pengkajian dan Pengembangan teknologi (BPPT) yang dapat menghasilkan garam dalam waktu empat hari atau jauh lebih singkat jika dibandingkan dengan cara konvesional yang membutuhkan waktu dua belas hari.

Menurut dia, pengembangan produksi garam memiliki prospek cerah, karena selain merupakan salah satu kebutuhan penting baik untuk konsumsi maupun industri, juga untuk memenuhi kebutuhan garam nasional yang mencapai empat juta ton per tahun, sebagian masih harus diimpor.

Bahkan dalam beberapa bulan terakhir ini, stok garam di Indonesia menipis mengakibatkan harga garam di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Malut melonjak mengusul berkurangnya produksi garam di berbagai sentra produksi garam.

"Masyarakat pesisir di Malut secara kultur memang tidak terbiasa dengan usaha produksi garam, tetapi hal ini tidak menjadi masalah karena bisa diatasi dengan cara memberikan pelatihan dan kalau usaha produksi garam dapat memberi keuntungan, pasti mereka akan tertarik menggelutinya," katanya.

Pesisir pantai di Malut yang dinilai potensial pengembangan produksi garam, di antaranya Pulau Morotai Kabupaten Pulau Morotai dan Pulau Kayoa Kabupaten Halmahera Selatan.

Irfan menambahkan, DKP Malut juga harus proaktif melakukan lobi ke pemerintah pusat untuk mendapatkan dukungan dalam pengkajian kemungkinan pengembangan produksi garam di Malut. (*)


 

 

loading...

#

Sebelumnya

Penumpang kapal Pelni tidak perlu bayar tempat tidur

Selanjutnya

Warga hibahkan lahan untuk pembangunan rumah nelayan

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23389x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19106x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15621x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12638x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe