Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Tidak laksanakan tugas, kadistrik tahan gaji guru
  • Rabu, 12 Oktober 2016 — 05:45
  • 681x views

Tidak laksanakan tugas, kadistrik tahan gaji guru

Alasan guru meninggalkan tempat tugas, lanjut Tuwok, karena sedang melanjutkan kuliah untuk mendapatkan ijazah agar memperoleh sertifikasi sesuai ketentuan dari pusat. Juga ada yang beralasan sakit.
Ilutrasi - Dok. Jubi
Ans K
Editor : Angela Flassy

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Merauke, Jubi - Kepala Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, David Tuwok mengungkapkan, sudah beberapa kali, dirinya menahan gaji para guru yang tidak melaksanakan tugas. Hal itu dilakukan sebagai peringatan bagi setiap guru, lantaran keluhan terus berdatangan dari masyarakat, setelah kegiatan belajar mengajar di kampung-kampung tak berjalan.

“Saya lakukan itu semata-mata sebagai suatu peringatan. Karena kenyataan bahwa proses belajar mengajar tak berjalan dengan baik,” kata David kepada Jubi Selasa (11/10/2016).

Semestinya, jelas dia, guru yang tidak mengajar, gajinya ditahan dan dikembalikan ke kas daerah. Namun karena berbagai pertimbangan, sehingga diserahkan kembali, setelah dilakukan pertemuan kembali.

Alasan guru meninggalkan tempat tugas, lanjut Tuwok, karena sedang melanjutkan kuliah untuk mendapatkan ijazah agar memperoleh sertifikasi sesuai ketentuan dari pusat. Juga ada yang beralasan sakit.

“Saya meminta agar Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke harus mempunyai data base jelas tentang jumlah guru. Sehingga pada saat penempatan, tidak menumpuk di satu sekolah, terutama dalam wilayah Kota Merauke,” pintanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke, Yohanis Samkakai mengakui jika penyebaran guru belum merata. Namun pihaknya akan terus melakukan pembenahan setiap tahunnya. Sehingga ada pemerataan di sekolah baik dalam wilayah kota maupun di kampung-kampung.

“Tidak dapat dipungkiri jika masyarakat terus mengangkat tentang proses belajar mengajar yang tidak berjalan baik, lantaran guru sedang berada di kota. Itu tidak terjadi di semua kampung. Masih ada sebagian besar kampung yang gurunya selalu berada di tempat dan melaksanakan tugas mengajar sebagaimana biasa,” tuturnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Akibat abrasi pantai, Gereja Katolik di Okaba nyaris rubuh

Selanjutnya

Mama-mama Papua di Kampung Kamanggi kesulitan jual babi

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34346x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 22720x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18863x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe