Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Komisi II DPRP pastikan pembangunan pabrik betatas
  • Minggu, 13 Agustus 2017 — 18:08
  • 757x views

Komisi II DPRP pastikan pembangunan pabrik betatas

"Kami harap setelah sidang APBD itu bisa dilakukan. Saya pikir kalau pemerintah serius membangun pabrik itu, akan rampung dalam waktu tiga hingga empat bulan. Karena dalam APBD induk tahun ini dianggarkan Rp7 miliar," kata Deerd pekan lalu. 
Ilustrasi Masyarakat Asli Papua Panen Betatas - Dok. Jubi 
Arjuna Pademme
Editor : Galuwo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Komisi II DPR Papua yang membidangi ekonomi, akan membahas kepastian pembangunan pabrik betatas (ubi jalar) di atas lahan seluas 10 hektare di Arso, Kabupaten Keerom.  

Ketua Komisi II DPR Papua, Deerd Tabuni, mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan mengundang Dinas Perdagangan Provinsi Papu, guna membahas pembangunan pabrik betatas. 

"Kami harap setelah sidang APBD itu bisa dilakukan. Saya pikir kalau pemerintah serius membangun pabrik itu, akan rampung dalam waktu tiga hingga empat bulan. Karena dalam APBD induk tahun ini dianggarkan Rp7 miliar," kata Deerd pekan lalu. 

Menurutnya, pembangunan pabrik betatas di Keerom telah diperjuangkan anggarannya sejak 2012. Pada tahun itu dialokasikan dana senilai Rp10 miliar. Namun karena tidak terpakai, anggaran tersebut dikembalikan ke kas negara. 

"Begitu juga 2013 sampai 2016, kami Komisi II sempat mengancam tidak akan mengikuti sidang, jika Pemprov Papua tidak mengalokasikan dana pembangunan pabrik betatas. Akhirnya Pemprov Papua menganggarkan Rp7 miliar tahun ini," ujarnya. 

Deerd menduga, belum terealisasinya pembangunan tahap awal pabrik betatas tersebut, karena lelang atau tender yang terlambat. 

"Belum lagi pelaksanaan kontraknya. Makanya proses ini harus secepatnya diselesaikan," katanya. 

Anggota Komisi II DPR Papua yang membidangi ekonomi, Mustakim, mengatakan selain anggaran Rp7 miliar tahun ini untuk pembangunan awal pabrik di Disperindag, ada juga dana Rp3 miliar di Dinas PU Provinsi Papua yang akan dipakai membangun jalan menuju lokasi pabrik. 

"Kami minta Disperindag, kalau proses lelang telah rampung, segera melaksanakan pekerjaan fisik. Masyarakat telah menanti pembangunan pabrik betatas itu, karena beberapa tahun lalu dinas terkait telah memprogramkan penanaman batatas," kata Mustakim. (*) 

loading...

Sebelumnya

Insiden Pomako, Papua ; Diduga anggota TNI yang menembak, Pangdam Cenderawasih minta maaf

Selanjutnya

Thomas: coret perusahaan bermasalah di Meepago

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34502x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23245x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19051x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15606x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe