Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Banjir pasca Badai Matthew, korban tewas bertambah
  • Kamis, 13 Oktober 2016 — 12:15
  • 1146x views

Banjir pasca Badai Matthew, korban tewas bertambah

Hampir 4.000 orang mengungsi di sejumlah lokasi pengungsian Carolina Utara, termasuk sekitar 1.200 orang di wilayah Lumberton, dimana ketinggian air Sungai Lumber telah mencapai 1.2 meter di atas ketinggian normal.
Seorang lelaki berpegangan pada marka jalan setelah mencoba berenang menyelamatkan seorang supir truk yang terjebak di NC 301 Highway di Carolina Utara, Minggu (9/10). Keduanya berhasil selamat - sacbee.com
ANTARA
Editor : Zely Ariane

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Lumberton/Kinston, Carolina Utara, Jubi - Banjir pasca Topan Matthew telah menyingkirkan ribuan orang di Carolina Utara, dan pihak berwenang membantu mengevakuasi lebih banyak orang, Selasa (11/10/2016) saat sungai yang meluap mengancam wilayah di negara bagian itu.

Gubernur Pat McCrory mengeluarkan peringatan "sangat berbahaya" di negara bagian tersebut khususnya di  bagian tengah dan timur Carolina Utara, dimana ketinggian air di beberapa sungai telah mencapai atau hampir mencapai batas ketinggian.

Topan Matthew, yang merupakan badai Atlantik terkuat sejak 2007, menewaskan setidaknya 1.000 orang di Haiti pada minggu lalu, sebelum akhirnya memasuki pantai tenggara Amerika Serikat dan menyebabkan setidaknya 30 orang tewas di Florida, Georgia, dan kedua Carolina.

Kantor McCrory mengatakan ada empat korban tewas lagi yang terkonfirmasi di Carolina Utara, meningkatkan jumlah korban tewas di negara bagian itu menjadi 18 orang. Satu orang dilaporkan hilang.

Hampir 4.000 orang mengungsi di sejumlah lokasi pengungsian Carolina Utara, termasuk sekitar 1.200 orang di wilayah Lumberton, dimana ketinggian air Sungai Lumber telah mencapai 1.2 meter di atas ketinggian normal.

Air bah merendam kota berpenduduk 21.000 orang itu, membanjiri pertokoan, rumah-rumah terendam air hingga garis atap dan para pengemudi terjebak setelah jalan tol antar-negara bagian 95 tidak dapat dilewati.

"Kami kehilangan segalanya," ujar Sarah McCallum, 62, yang saat ini berada di sebuah tempat pengungsian setelah banjir membuatnya meninggalkan rumah yang telah dia tempati selama 20 tahun.

Para pejabat negara bagian sangat khawatir terhadap korban seperti McCallum, yang tidak memiliki asuransi banjir karena tidak tinggal di wilayah yang biasanya terendam.

Presiden AS Barack Obama pada Senin (10/12) menandatangani sebuah deklarasi bencana untuk Carolina Utara, yang akan memberikan dana federal bagi mereka yang wilayahnya terkena dampak paling besar.(*)

loading...

Sebelumnya

"Seperti Bom Nuklir", Kolera dan kehancuran setelah badai di Haiti

Selanjutnya

Solidaritas Suku Sioux, aktivis lingkungan tutup paksa aliran minyak mentah

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34379x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 22862x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18935x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe