Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Bali NTT
  3. Belum bayar kontrakan, 51 mahasiswa Jayawijaya terancam diusir
  • Senin, 11 September 2017 — 14:29
  • 2539x views

Belum bayar kontrakan, 51 mahasiswa Jayawijaya terancam diusir

Batas waktu sewa kontrakan yang digunakan untuk Asrama sudah berakhir sejak tanggal 16  Juni 2017 lalu.
Mahasiswa Jayawijaya di Denpasar saat berpose di depan asrama.
David Sobolim
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura Jubi- Sebanyak 51 mahasiwa dan mahasiswi asal Kabupaten Jayawijaya di Denpasar Bali, terancam diusir karena belum bayar kontrakan kepada pemilik. Batas waktu sewa kontrakan yang digunakan untuk Asrama sudah berakhir sejak tanggal 16  Juni 2017 lalu.

“Kami perlu bantuan Pemda Kabupaten Jayawijaya terkait masalah ini,” kata Ketua koordinator Wilayah Mahasiswa Jayawijaya, Muin Asso, lewat siaran pers yang diterima Jubi, Senin (11/09/2017).

Muin mengaku sampai saat ini mahasiswa asal daerah itu belum mendapatkan bantuan dana pembayaran kontrakan dari Pemda Jayawisjaya. “Saya sebagai ketua korwil Bali merasa tidak nyaman,” kata Muin menambahkan.

Menurut Muin, pemilik kontrakan telah memperingatkan agar mengosongkan asrama. Hal itu dinilai  ironis  karena mereka jauh di daerah rantau sedang belajar demi meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk kepentingan daerah asal.

Ia berharap pemerintah Kabupaten Jayawijaya segera membantu agar mahasiswa tidak terganggu tinggal di daerah tempat mereka belajar. Muin mengaku sudah berangkat ke Wamena berkomunikasi dengan dinas terkait. “Tapi sampai hari ini belum ada jawaban,” katanya.

Sektretaris Korwil  Mahasiswa Jayawijaya, Benny Logo menyatakan pernah mengajukan permohonan bantuan dana studi akhir kepada Pemda Jayawijaya. “Namun belum ada tanggapan,” kata Benny.

Pengajuan dilakukan tahun 2016, namun sampai saat ini mahasiswa yang sedang belajar di Bali belum mendapatkan dana bantuan studi akhir. “Maka saya berharap kepada Pemda Jayawijaya agar bantuan  mahasiswa segera direalisasikan,” katanya.

Ia menyebutkan  saat ini juga terdapat tambahan mahasiswa baru yang banyak menyusul di Denpasar untuk melanjutkan kuliah. Kehadiran mereka itu disambut antusias karena kedatangan mahasiswa baru tahun angkatan 2017/2018  bisa menambah  kesuksesan sesuai harapan membangun Jayawijaya.

 

loading...

Sebelumnya

2.726 desa di Jawa-Nusa Tenggara kering kerontang

Selanjutnya

Tingkat konsumsi makan ikan warga NTB rendah

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23394x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19107x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15621x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12647x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe