Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Domberai
  3. Survey di CA Waigeo Barat dan Timur temukan 51 jenis anggrek
  • Minggu, 16 Oktober 2016 — 13:17
  • 1715x views

Survey di CA Waigeo Barat dan Timur temukan 51 jenis anggrek

"Hasil survey yang dilakukan ini menunjukkan Cagar Alam Waigeo Utara dan Tinur memiliki keanekaragaman hayati yang luarbiasa, sehingga harus dijaga keberadaannya. Kedua cagar alam ini merupakan laboratorium alam yang tiada duanya," ungkap Agung Setiabudi, Kepala BKSDA Provinsi Papua Barat.
Pemaparan hasil survey biodiversity di kawasan Cagar Alam Waigeo Barat dan Timur - Jubi/Florence Niken
Editor : Kyoshi Rasiey

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Sorong, Jubi - Setelah melaksanakan ekspedisi selama 20 hari di Cagar Alam (CA) Waigeo Barat dan Timur, hasil survey yang dilaksanakan tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Flora & Fauna International (FFI) ini akhirnya memaparkan hasil temuannya di kantor BKSDA Sorong,  (14/10/2016) lalu.

Tim survey beranggotakan 27 orang  ini menjelajahi dua cagar alam seluas kurang lebih 200.000 ha, sejak tanggal 19 September hingga 7 Oktober 2016, kecuali tim camera trap yang baru kembali pada tanggal 10/10. Sejak awal survey ini fokus pada empat hal yaitu burung, mamalia, herpetofauna (ular dan katak yang ada pada pegunungan dengan ketinggian  lebih dari 600 mdpl) serta botani. Tujuan survey ini untuk mendapatkan informasi tentang keanekaragaman hayati.

"Hasil survey yang dilakukan ini menunjukkan Cagar Alam Waigeo Utara dan Tinur memiliki keanekaragaman hayati yang luarbiasa, sehingga harus dijaga keberadaannya. Kedua cagar alam ini merupakan laboratorium alam yang tiada duanya," ungkap Agung Setiabudi, Kepala BKSDA Provinsi Papua Barat.

Lanjut Agung, hasil survey selama 20 hari di kedua cagar alam tersebut menemukan keanekaragaman hayati yang sangat luar biasa baik flora maupun faunanya. Kondisi ini menunjukkan bahwa kedua kawasan cagar alam ini masih dalam kondisi terjaga dengan baik. Survey sekaligus mengidentifikasi ancaman terhadap keberlangsungan cagar alam, diantaranya keberadaan 51 jenis anggrek yang sayangnya belum semuanya teridentifikasi.

Di tempat yang sama, Fitria Rinawati, project manager FFI Raja Ampat, menyatakan survey kerjasama BKSDA dan FFI merupakan komitmen FFI untuk memengelola kawasan cagar alam dengan meningkatkan upaya pengelolaan di kawasan cagar alam Waigeo, sekaligus menunjukkan betapa potensi potensikekayaan alam yang luar biasa yang dimiliki Raja Ampat.

“Selain laut laut, potensi kawasan daratnya pun sangat berlimpah dan patut dijaga serta dilindungi,” kata Fitria. (*)

loading...

Sebelumnya

Peras warga, dua oknum polisi dihajar massa

Selanjutnya

Tokoh pemuda minta kandidat kampanye sesuai visi-misi

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34484x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23218x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19042x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15598x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe