Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. PON
  3. Persiapan PON XX, Wanita tani akan dibina kelola pangan
  • Rabu, 20 September 2017 — 14:51
  • 1087x views

Persiapan PON XX, Wanita tani akan dibina kelola pangan

Aneka olahan pangan untuk keperluan atlet dalam perhelatan kompetisi olah raga empat tahunan.
Contoh olahan makanan dari bahan lokal - Jubi/Alex
Alexander Loen
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Kelompok wanita tani di lima kabupaten yang menjadi pelaksana Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020, di Papua, akan dibina mengelola pangan lokal. Pembinaan itu sebagai salah satu kesiapan menyajikan aneka olahan pangan untuk keperluan atlet dalam perhelatan kompetisi olah raga empat tahunan.

“Pembinaan terhadap kelompok tani akan dilakukan selama dua tahun ini, dengan harapan kesejahteraan masyarakat bisa lebih baik,” kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Papua, Roberth Edy Purwoko, di Jayapura, Rabu (20/9/2017).

Roberth menyebutkan banyak pangan lokal yang bisa diolah dan bernilai tinggi, di antaranya tomat bisa dijadikan jus atau saos, serta umbi-umbian, sehingga bisa dikonsumsi para peserta PON. Program pembinaan wanita tani itu juga sebagai upaya menuntaskan kerawanan pangan yang hampir sering terjadi di seluruh wilayah paling timur di Indonesia itu.

“Rawan bukan dalam artian tidak ada pangan, tetapi ada sembilan aspek, salah satu pangan didalamnya. Sedangkan yang lain ada akses terhadap jalan, pasar, kesehatan dan sebagainya,” kata Roberth menjelaskan.

Ia memastikan masyarakat sudah punya ketersediaan pangan. Namun akses penunjang distribusi dan pengolahan kadang menjadi hambatan. Dengan begitu Dewan ketahanan pangan berkoordinasi dengan instansi terkait.

“Misalnya dengan dinas pekerjaan umum, dan dinas kesehatan untuk bagaimana mengentaskan rawan pangan di Papua,” katanya.

Sekretaris Daerah Papua Hery Dosinaen, minta satuan kerja perangkat daerah (SKPD) agar berkorelasi langsung dengan dewan ketahanan pangan. Langkah itu untuk mengurangi ketergantunga terhadap daerah lain.

“Kita harus berkomitmen dan kerja keras untuk wujudkan itu,” kata Hery.

Hery mengajak seluruh masyarakat Papua mencintai dan mengkomsumsi pangan berbasis kearifan lokal dalam rumah tangga. “Mari kita mencintai pangan lokal kita,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Bisakah Papua tuan rumah PON 2020?

Selanjutnya

Pemprov Papua bahas kesiapan PON di Jakarta

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23354x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19086x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15619x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12616x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe