Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. LSM: Proposal pabrik batu bara di PNG keputusan buruk
  • Minggu, 24 September 2017 — 14:24
  • 782x views

LSM: Proposal pabrik batu bara di PNG keputusan buruk

Pembangkit listrik tenaga batubara juga akan terlihat buruk karena PNG sebagai penandatangan Perjanjian Paris tentang Perubahan Iklim berkomitmen menggunakan seratus persen listrik dari energi terbarukan, dan tambang batu bara dengan waktu operasi selama empat puluh tahun tidak sejalur dengan itu.
Lae, Papua Nugini – RNZI/ Johnny Blades
RNZI
Editor : Zely Ariane

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Lae, Jubi – Proposal pembangkit listrik tenaga batu bara di Lae adalah saran yang buruk, baik dari segi ekonomi maupun lingkungan, menurut kelompok anti-batubara di Papua Nugini.

Proposal yang dibuat oleh Mayur Resources untuk membangun pabrik di Lae Tidal Basin ini telah dibuat dan bertahan selama beberapa tahun namun terus gagal mendapatkan kesepakatan penjualan listrik ke PNG Power.

Namun Mayur mendapat persetujuan dari pihak Pelabuhan PNG melalui pengembangan kembali wilayah yang sangat penting di Lae yaitu di pelabuhannya.

Menurut Chris Lahberger dari NGO Nogat Coal PNG, pemerintah sudah tahu bahwa pembangkit listrik tenaga batu bara bukanlah cara paling efisien untuk membangkitkan listrik.

“Selain itu, pembangkit listrik tenaga batubara juga akan terlihat buruk karena PNG sebagai penandatangan Perjanjian Paris tentang Perubahan Iklim berkomitmen untuk menggunakan seratus persen listrik dari energi terbarukan, dan sebuah tambang batu bara dengan waktu operasi selama empat puluh tahun tidak sejalur dengan itu”, kata Lahberger.

“Sekarang Mayur menyatakan agar durasi operasi perusahaan batu bara ini hanya lima belas tahun, tapi secara ekonomi ini tidak masuk akal. Mereka tidak akan dapat memutarkan modal mereka dan mendapatkan keuntungan dari investasi itu jika pabrik beroperasi hanya untuk lima belas tahun. "

Lahberger meyakinkan bahwa energi terbarukan adalah alternatif yang lebih baik.(Elisabeth C. Giay)

loading...

Sebelumnya

Eafere, Wakil Direktur Jenderal MSG yang baru

Selanjutnya

Pemungutan suara untuk Referendum Bougainville harus diwajibkan

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34342x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 22702x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18851x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe