Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Aktivitas gunung api di Ambae meningkat, Vanuatu evakuasi 5.000 penduduk
  • Selasa, 26 September 2017 — 05:05
  • 823x views

Aktivitas gunung api di Ambae meningkat, Vanuatu evakuasi 5.000 penduduk

“Kami berusaha untuk memindahkan masyarakat dari selatan dan utara pulau itu, dan memindahkan mereka ke bagian timur dan barat. Kami bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi [Penama] dalam pengaturan di lapangan,” kata Welegtabit.
Gambar kamera web Gunung Ambae di Vanuatu pada hari Sabtu pagi - RNZI/Departemen Geohazards Vanuatu
RNZI
Editor : Zely Ariane
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 00:09 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Ambae, Jubi – Pihak berwenang di Vanuatu telah siap mengevakuasi 5.000 pendudukn pada hari Sabtu, 23 September 2017, akibat aktivitas gunung berapi di Pulau Ambae yang terus meningkat.

Departemen Geohazards negara tersebut pada hari Sabtu telah menaikkan status kewaspadaan dari level III menjadi empat, yang digolongkan sebagai “awas” atau “letusan moderat”.

Menurut Esline Garaeviti, manajer Departemen Geohazards, gunung berapi ini adalah salah satu gunung yang paling aktif di dunia, namun aktivitasnya terus meningkat dalam beberapa minggu terakhir.

Pada hari Sabtu, aktivitasnya meningkat drastis, dengan semburan abu vulkanis ke sebagian besar Pulau Ambae yang seluas 400 kilometer persegi itu.

“Pada dini hari sekitar pukul 3-4 pagi, pengamatan kami menunjukkan aktivitas mulai meningkat, ditandai dengan fase erupsi lagi,” tutur Garaeviti. “Jadi abu dari Ambae masih keluar hingga sekarang, abu diperkirakan akan menutupi seluruh pulau ini.”

“Meningkatnya aktivitas gunung berarti meningkatnya area yang beresiko,” tambahnya. “Resiko bagi penduduk pulau lebih besar, sehingga aktivitas ini dinaikkan menjadi level moderat.”

Garaeviti menekankan bahwa status letusan saat itu hanya moderat, tapi ada setiap kesempatan level bisa meningkat. Namun, pihak berwenang di pulau yang terletak di antara Santo dan Pentakosta tersebut, telah mulai melakukan evakuasi sejak hari Sabtu.

Shadrack Welegtabit, direktur Kantor Penanggulangan Bencana Vanuatu, mengatakan bahwa para karyawannya tidak mau mengambil resiko, dan telah bersiap untuk mulai mengevakuasi setengah dari 10.000 penduduk di pulau itu dari satu bagian pulau ke bagian yang lain.

“Kami berusaha untuk memindahkan masyarakat dari selatan dan utara pulau itu, dan memindahkan mereka ke bagian timur dan barat. Kami bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi [Penama] dalam pengaturan di lapangan,” kata Welegtabit.

Terakhir kali terjadi letusan yang signifikan di Ambae pada tahun 2005 dimana evakuasi serupa harus dilakukan. Saat itu diperlukan hingga tiga bulan sebelum penduduk bisa kembali ke desa mereka masing-masing.(Elisabeth C. Giay)

loading...

Sebelumnya

Skandal pelecehan seksual Gereja Katolik Guam terus melebar

Selanjutnya

Palau tandatangani perjanjian PBB larang senjata nuklir

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 33894x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17913x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17126x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe