Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Imbauan agar menjaga persaudaraan sesama anak Marind

Bakal calon bupati pada pilkada Meruake, Romanus Mbaraka didampingi calon wakilnya H. Ridwan saat menyampaikan sambutan pada deklarasi – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Pilkada Merauke 2020 mulai diwarnai tudingan kepada bakal calon lain. Diminta agar sesama anak Marind yang maju tetap menjaga persaudaraan.

Meski pelaksanaan pendaftaran maupun kampanye untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Merauke 23 September 2020 belum dilakukan, namun konstalasi politik sudah mulai memanas.

Saling ‘sikut-sikutan’ kandidat mulai dihembuskan, baik melalui media sosial maupun terang-terangan. Entah dilakukan tim sukses maupun pasangan calon yang siap berlaga.

Seperti yang terjadi pada deklarasi pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Merauke Romanus Mbaraka-Ridwan yang berlangsung Rabu, 4 Maret 2020.

Deklarasi tersebut dihadiri ribuan massa dan simpatisan pasangan tersebut di GOR Hiad Sai. Dalam deklarasi Romanus Mbaraka mengatakan bahwa Tuhan Yesus memberikan tangan kepadanya untuk memoles orang menjadi manusia. Termasuk mereka yang maju menjadi calon kepala daerah Merauke sekarang yakni Hendrikus Mahuze dan  Antonius Kaize.

“Saya yang memoles mereka, saya yang kasih besar, Hendrik Mahuze pernah ada kasus di bank dan saya menyelamatkannya, sekaligus mengangkatnya menjadi pegawai di Bappeda, lalu Antonius Kaize pernah putus kuliah dan saya suruh pikul padi di sawah, lalu terakhir mempromosikannya masuk di Komisi Pemilihan Umum (KPU),” ujarnya.

Loading...
;

Romanus mengaku selama ini dirinya memilih diam, tetapi rupanya terus diinjak.

“Jadi lebih baik saya buka-bukaan sekarang,” katanya.

Bakal calon bupati Merauke Hendrikus Mahuze ketika memberikan keterangan pers kepada wartawan – Jubi/Frans L Kobun

Menanggapi itu, bakal calon bupati Merauke Hendrikus Mahuze saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan, Kamis, 5 Maret 2020 menyampaikan ucapan kepada pasangan Romanus Mbaraka-Ridwan yang  telah melakukan deklarasi.

“Memang Pak Romanus adalah mantan Bupati Merauke periode 2010-2015 sekaligus mantan atasan saya, saya berterima kasih karena beliau turut mengkaderkan saya sebagai salah  satu anak Marind dalam pemerintahan,” ujarnya.

Dengan diberikan kesempatan, tambahnya, sehingga ia menduduki berbagai jabatan selama ini di bidang pemerintahan.

Berkaitan dengan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), katanya, secara regenerasi juga dilakukan Tokoh Papua Selatan, Johanes Gluba Gebze. Beliau meletakan fondasi dasar dalam peningkatan SDM Papua, salah satunya adalah Romanus Mbaraka.

“Pak Romanus disiapkan Bapak John Gluba (mantan Bupati Merauke dua periode) mulai dari level staf hingga kepala dinas, jadi itu hal lumrah dilakukan Bapak JGG dalam rangka mempersiapkan anak-anak Marind untuk peningkatan SDM agar dapat bersaing dalam pemerintahan, itu adalah hal yang wajar,” katanya.

Berikutnya, katanya, sehubungan dengan statement Romanus Mbaraka yang disampaikan saat deklarasi di GOR Hiad Sai, jika ia pernah terlibat kasus di bank dan diselamatkannya, maka perlu disampaikan dalam bentuk data maupun fakta.

“Ya, Pak Romanus orangnya pintar dan hebat sehingga saya minta disampaikan disertai data yang jelas, artinya di mana saya pernah melakukan kesalahan di bank dan beliau  yang menyelamatkan saya,” ujarnya.

Tentunya beliau (Romanus-red) senior, katanya, sehingga pasti tahu konsekuensinya.

“Keluarga besar Mahuze juga kaget dengan penyampaian Pak Romanus dalam deklarasi itu,” katanya.

Dikatakan, dirinya juga mempunyai hak meminta klarifikasi.

“Karena saya juga bakal calon bupati yang akan bertarung dalam pilkada Merauke,” ujarnya.

Baginya apa yang disampaikan Romanus saat deklarasi itu adalah momen yang salah atau tidak tepat, karena merupakan acara mereka.

“Pak Antonius Kaize juga sangat kecewa dengan pernyataan Pak Romanus,” katanya.

Hendrik kembali menegaskan sampai sekarang dirinya tidak pernah melakukan kesalahan selama bekerja di bank tahun 2001-2003.

“Ya, kalau ada kesalahan pasti saya sudah dilaporkan ke kepolisian,” katanya.

Untuk itu, pintanya, agar perlu disertakan dengan data ketika menyampaikan sesuatu lantaran menyangkut nama baik.

“Saya tidak menginginkan hanya dengan kepentingan politik, hal-hal seperti begini merusak persaudaraan kita, jadi perlu disampaikan kesalahan dan kasus saya di bank dan kapan terjadi, karena ketika disampaikan ke ranah publik ada konsekuensinya,” katanya.

Ditanya apakah ada upaya hukum yang akan dilakukan, Hendrik mengaku telah menyampaikan jika tentu ada konsekuensinya.

“Intinya perlu ada klarifikasi dari beliau terlebih dahulu,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut Hendrik meminta agar persaudaraan harus tetap dibangun. Sebab itu yang paling penting karena politik hanya lima tahun.

“Apakah hanya dengan politik persaudaraan anak Marind menjadi rusak?” katanya.

Tentunya, lanjutnya, hal itu tidak diharapkan bersama.

“Jadi perlu klarifikasi dari Pak Romanus Mbaraka terkait pernyataannya, karena apa yang disampaikan telah masuk ke ranah publik,” ujarnya. (*)

Editor: Syofiardi

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Sorry. No data so far.

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top