HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pasar di Merauke sepi, pendapatan pedagang menurun

Suasana sepi Pasar Wamanggu, Kabupaten Merauke – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Pasca merebaknya virus corona pembeli di Pasar Wamanggu sepi, pedagang was-was terkena virus corona sehingga memakai masker saat berjualan.

Jubi mendatangi Pasar Wamanggu di Jalan Paulus Nafi, Kelurahan Maro, Kabupaten Merauke sekitar pukul 08.00 Waktu Papua, Sabtu, 21 Maret 2020 untuk memantau situasi pasca merebaknya virus corona (Covid-19).

Rupanya apa yang menjadi keluhan pedagang benar adanya. Jumlah pengunjung di Pasar Wamanggu mengalami penurunan drastis pasca merebaknya virus corona.

Terlihat lorong utama di Pasar Wamanggu yang biasanya ramai terlihat sepi. Hanya beberapa pengunjung terlihat sedang berbelanja sejumlah kebutuhan harian seperti sayur. Namun mereka tak berlama-lama, langsung pulang.

Mutmainah, 55 tahun, pedagang yang ditemui Jubi mengatakan dalam dua minggu terakhir pasca merebaknya virus corona terlebih setelah ada pasien terduga corona (belakangan diumumkan positif terjangkit corona) yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke, pengunjung di pasar menurun drastis.

“Memang betul kami merasakan dampaknya, pengunjung yang datang berbelanja tidak terlalu banyak dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, itu akibat berbagai informasi terkait virus corona sehingga orang takut keluar rumah,” katanya.

Loading...
;

Dia mencontohkan bawang merah yang biasa dijual sehari 6 kilogram, kini mengalami penurunan.

“Sampai tiga hari bawang 6 kilogram tak habis terjual karena jumlah pembeli sangat sedikit,” katanya.

Kondisi yang sama juga terjadi pada barang lainnya.

“Saya berjualan berbagai kebutuhan dapur dan biasanya banyak ibu-ibu berbelanja, namun begitu virus merebak langsung sepi,” katanya.

Mutmainah mengatakan biasanya pada pagi hari pengunjung di Pasar Wamanggu penuh sesak. Namun begitu virus corona merebak praktis mengalami penurunan.

Dia mengaku pendapatan bersih yang didapatkan tiap hari mencapai Rp1 juta. Tetapi kini mengalami penurunan.

“Terkadang saya hanya dapatkan Rp500 ribu, memang faktanya seperti demikian dan itu dialami juga oleh pedagang lain,” katanya.

Dengan merebaknya virus corona ia juga selalu waspada ketika berjualan di pasar.

“Saya selalu mengenakan masker ketika berjualan, tentunya sebagai manusia kita harus menjaga diri,” ujarnya.

Tiara sedang melayani pembeli – Jubi/Frans L Kobun

Pedagang lain, Tiara, 45 tahun, juga mengeluhkan hal serupa. Pasar yang sepi berdampak terhadap pendapatannya.

“Setiap hari kami berjualan melihat langsung jumlah pengunjung yang berbelanja,” katanya.

Meskipun jumlah pengunjung menurun, namun aktivitas berjualan tetap dilakukan seperti biasa.

“Ya, untuk mendapatkan uang sekaligus menghidupi keluarga hanya bisa dengan berjualan,” ujarnya.

Jadi, lanjut dia, walaupun virus corona merebak kegiatan berjualan tetap berjalan seperti biasa, namun ia harus tetap waspada.  

“Awal-awal mendengar informasi virus corona sempat takut juga,” ujarnya.

Dia mengaku sebagian besar barang yang dijualnya adalah bumbu untuk kebutuhan dapur. Begitu virus corona mencuat justru banyak ibu-ibu datang hanya untuk membeli temulawak atau jahe.

“Betul, dalam dua minggu terakhir lebih banyak ibu-ibu mencari jahe serta temulawak sekaligus diracik dan diminum untuk mencegah berbagai penyakit, terutama virus corona,” katanya.

Tiara mengaku juga rutin meracik temulawak, jahe merah, dan serai, lalu  direbus dan dicampur gula merah, kemudian disaring dan dicampur dengan madu untuk diminum bersama suami dan anaknya.

“Rutin tiap pagi dan malam, kami minum racikan itu dan memang manfaatnya sangat besar, jadi tidak salah ketika ibu-ibu yang datang berbelanja di pasar lebih memilih mencari jahe maupun temulawak untuk dimasak dan diminum,” katanya.

Periksa suhu tubuh

Sementara itu Polsek KP3 Laut Polres Merauke melakukan pemeriksaan suhu tubuh terhadap Anak Buah Kapal (ABK) dan nakhoda kapal yang berlabuh di pelabuhan. Hal itu dilakukan untuk mencegah tersebarnya virus corona.

Pemeriksaan melibatkan dr. Farida dari Kesehatan Pelabuhan Merauke dan beberapa instansi terkait. Setelah melakukan pemeriksaan diketahui suhu tubuh semua ABK dan nakhoda dalam keadaan normal.

“Kami juga melakukan pemeriksaan fasilitas kesehatan di dalam ruangan beberapa kapal, termasuk obat-obatan yang mereka bawa dan ternyata ada yang sudah kadaluwarsa,” kata Kapolsek KP3 Laut, Iptu Heppy Salampessy.

Obat-obatan tersebut langsung diamankan dan dibawa polsii untuk dilakukan pemusnahan. (*)

Editor: Syofiardi

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Sorry. No data so far.

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)