HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Sidang tujuh tapol rasisme di Balikpapan ditunda: Covid-19 dan bayang-bayang kebebasan

Ilustrasi, Corona – sehatq.com

Oleh: Aleksius G.

Sidang tujuh tahanan politik (tapol) Papua kasus rasisme di Balikpapan, Kalimantan Timur, yang semula dijadwalkan pada 30 dan 31 Maret 2020 terpaksa ditunda karena pandemi virus corona atau covid-19.

Entah kapan pandemi corona berakhir di Indonesia. Pemerintah belum mengeluarkan informasi resmi secara nasional agar aktivitas kembali berjalan normal.

Meski Presiden Indonesia telah berupaya membeli peralatan pelindung diri bagi tenaga medis, obat-obatan dan alat kesehatan lainnya. Selain itu, tiap tenaga medis di Indonesia secara bertahap melakukan sosialisasi pencegahan penyebaran virus corona.

Pimpinan daerah-daerah juga melakukan karantina wilayah dan pembatasan sosial dan masyarakat harus menghindari keramaian untuk mencegah penyebaran virus corona yang begitu luas demi keselamatan nyawa manusia.

Sidang tujuh tapol rasisme telah dilakukan melalui sidang online yang dihadirkan Majelis Hakim, Jaksa Penuntut Umum, pengacara tujuh tapol dan terdakwa. Sidang online dianggap tidak efektif, saksi dari JPU dan pengacara Papua tidak hadir dalam persidangan setelah penutupan akses jalur laut dan udara karena covid-19.

Ketua majelis  hakim mengatakan bila covid-19 mereda dan kondusif, maka sidang akan kembali digelar dengan agenda pemeriksaan saksi JPU.  Namun, siding ditunda lagi dua minggu kedepan jika situasi virus belum benar-benar pulih, dan siding dilakukan melalui online.

Loading...
;

Melihat dinamika demikian, kebutuhan masa penahanan tujuh tapol di Balikpapan dan di tengah pandemic virus corona, maka kekhawatirannya adalah kesehatan para tapol terganggu, sebab hingga kini Pemerintah Kalimantan Timur belum mengambil kebijakan penutupan akses penerbangan dan pelayaran.

Di Balikpapan sebanyak 17 kasus positif covid-19, satu meninggap dan status orang dengan pengawasan (ODP) seribu lebih. Data itu menunjukkan bahwa positif virus covid 19 akan bertambah.

Dinamika itu menjadi kekhawatiran bagi tahanan di Balikpapan. Apalagi saat kunjungan keluarga ke rumah tahanan dikhawatirkan tertular virus mematikan ini.

Dengan demikian, Pemerintah Papua perlu menyikapi dinamika status tapol Ppaua di Balikpapan, dengan memulangkan mereka ke Papua untuk menjalani sidang di Papua dan lebih baik membebaskan mereka.

Bebaskan tapol rasisme

Peningkatan terpaparnya covid-19 di Indonesia jangan diremehkan. Pemerintah Indonesia dengan tegas mengambil tindakan penanganan pencegahan dan pengendalian virus ini.

Papua telah mengambil satu kesepakatan bersama dalam rapat bupati/walikota dan forkopimda Papua, 24 Maret 2020 tentang pembatasan akses ke wilayah adat Meepago, Lapago dan Animha, serta pembatasan social di kota untuk mencegah penyebaran virus corona. Kesepakatan itu mulai berlaku pada 26 Maret 2020.

Dalam siaran TV Inews pada 28 Maret 2020 tentang kebijakam lockdown itu ditegaskan Presiden Jokowi, apabila masing-masing daerah mengambil kebijakan lockdown sendiri tanpa ada kesepakatan bersama antara pemerintah pusat dan daerah maka, kepala daerah setempat akan dikenakan pidana satu tahun penjara.

Perkembangan penyebaran virus covid 19 di daerah-daerah  dengan jumlah yang terkena virus semakin meningkat, setidaknya pemerintah pusat lebih tegas dalam penanganannya.

FasilItas rumah sakit dan jumlah tenaga medis (dokter) penyakit dalam di daerah-daerah masih minim. Penyebaran virus juga dikhawatirkan berdampak fatal di tengah minimnya fasilitas dan tenaga dokter spesialis.

Indonesia perlu belajar dari negara-negara yang terkena covid 19, seperti Amerika, Italia, Spanyol, Iran dan Cina. Di Amerika misalnya, dilaporkan menjadi yang tertinggi di dunia. Kasus infeksi virus corona di Amerika Serikat bahkan telah melampaui Cina dan Italia.

Hal itu dilaporkan oleh pakar dari Universitas Johns Hopkins dari salah satu media yang melaporkan pada Kamis (26/3/2020) bahwa angka kasus infeksi di AS merupakan yang tertinggi di dunia yakni mencapai 82.404. Pada Jumat (27/3/2020) angkanya meningkat lagi berdasarkan catatan worldometer yaitu sebanyak 85.594 kasus.

Data worldometer menunjukkan angka infeksi di Cina sebesar 81.340 kasus sementara Italia di bawah Cina yaitu 80.589 kasus. Dengan begitu, angka infeksi AS berada paling tinggi.

Meski begitu, AS berada di urutan keenam untuk kasus kematian karena Covid-19. Seluruh negara bagian di AS, New York menyumbang hampir separuh dari kasus infeksi di negara itu yaitu sebesar 37.258 kasus infeksi.

New York juga menghadapi 385 kasus kematian karena virus corona dan terdapat 100 kematian dalam kurun waktu 24 jam.

Berdasakan laporan CNN, pasien positif terinfeksi corona di Indonesia bertambah signifikan. Pada Jumat (27/3/2020), angkanya mencapai 1.046 kasus. Dari jumlah itu, korban meninggal mencapai 87 orang, dengan jumlah yang sembuh 46 orang.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, Jumat (27/3/2020) mengatakan, penambahan kasus cukup signifikan ada 153 kasus baru, sehingga totalnya mencapai 1.046 kasus. Kematian akibat Covid-19 mencapai 87 orang. Sembilan kematian baru sehingga totalnya menjadi 87 orang. Selain itu, jumlah pasien corona yang sembuh menjadi 46 orang.

Melihat dinamika di negara adidaya, Amerika Serikat, yang memiliki fasilitas kesehatan berkualitas dan segala kesiapan tenaga medis saja, mereka merasa gegabah, sedangkan Indonesia masih mempertahankan rasa egoisme, seakan-akan Indonesia mampu mengendalikan dan mencegah Covid-19.

Indonesia perlu belajar lagi dari pengalamana negara-negara lain. Sebagian negara telah mengeluarkan tahanan dan nara pidana karena beresiko kena virus corona.

Berdasarkan laporan abc.net.au, Minggu, 22 Maret 2020, Iran untuk sementara membebaskan 85.000 tahanan dengan 10.000 lebih yang dijadwalkan untuk menerima pengampunan, karena kekhawatiran bahwa virus corona baru bisa menyapu penjara yang penuh sesak di negara itu.

Kekhawatiran Iran bahwa penjara menjadi tempat yang mudah terkena virus karena besukan/kunjungan keluarga yang belum tentu bersentuhan dengan sesama yang positif covid-19.

Jumlah tahanan di seluruh Indonesia di atas rata-rata 1.000 orang. Artinya satu nyawa yang terkena virus saja, melayangkan 1.000 orang dalam tahanan. Hal ini perlu diantisipasi kedepan oleh negara.

Dalam laporan Tirto.id, kapasitas rutan di seluruh Indonesia overkapasitas. Jumlah tahanan dan narapida di Indonesia sebanyak 271.209 atau 106%. Banyaknya tahanan dan api sementara rutan mengalami overkapisitas, maka penyebaran virus corona menjadi bahaya dan mengancam tahanan dan napi.

Di Amerika, berdasarkan laporan CNN, Jumat, 28 Maret 2020,  Pemerintah Amerika Serikat memutuskan untuk membebaskan sekitar dua ribu narapidana dari penjara federal untuk mengurangi penularan wabah virus corona.

Jaksa Agung AS, Bill Barr, mengatakan ia telah menerbitkan nota yang memerintahkan penjara federal di AS untuk membebaskan para tahanan yang memenuhi syarat.

“Saya telah menerbitkan memorandum kepada Biro Penjara hari ini untuk meningkatkan penerapan penahanan di rumah, berdasarkan sejumlah faktor,” katanya seperti dikutip dari AFP, Jumat (27/3/2020).

Pembebasan tersebut diutamakan bagi para tahanan yang berusia lebih dari 60 tahun dan telah menjalani sebagian besar masa hukuman mereka, kecuali bagi yang dihukum dengan dakwaan kekerasan atau kejahatan seksual.

Instruksi tersebut dikeluarkan sehari setelah Kepala Dewan HAM PBB, Michelle Bachelet, mendesak negara-negara untuk melonggarkan populasi di penjara. Hal itu dilakukan untuk melindungi orang-orang yang ditahan dalam fasilitas tertutup seperti penjara yang terlalu penuh dan sesak.

“Covid-19 telah mulai menyerang penjara, rutan dan pusat penahanan imigrasi, serta rumah perawatan dan rumah sakit jiwa. Risiko penyebaran lebih rentan melalui lembaga seperti itu,” kata Bachelet dalam keterangan resmi yang dikutip AFP.

Sebelumnya para ahli memperingatkan bahwa penularan virus corona berpotensi menyebar dengan cepat di penjara yang dipadati narapidana. Greg Gansalves, asisten profesor di Sekolah Kesehatan Masyarakat Yale, memperingatkan bahwa penjara bisa menjadi titik awal penyebaran pandemi corona.

Pembebasan yang diinstruksikan Barr berlaku untuk sekitar 170.000 tahanan di sistem penjara federal AS. AFPmelaporkan, puluhan kasus virus corona di AS bersumber dari para tahanan dan pekerja di sana.

Barr juga menambahkan, instruksi pembebasan akan difokuskan pada tahanan yang dianggap tidak berbahaya. Selain itu, penyakit bawaan yang dimiliki tahanan juga akan menjadi faktor penentu dalam pembebasan ini karena mereka lebih rentan terpapar virus corona.

“Kami ingin memastikan bahwa lembaga kami tidak menjadi wadah,” kata dia merujuk pada Covid-19.

Persatuan Hak Sipil AS (ACLU) juga telah mengirimkan surat ke pejabat federal, negara bagian dan pemerintah lokal. Mereka merekomendasikan untuk segera mengambil tindakan terhadap para napi di penjara.

Mayoritas dari 2,2 juta orang yang menjalani hukuman penjara di AS berada di institusi lokal yang ada di negara-negara bagian.

ACLU meminta para gubernur mengubah hukuman bagi para tahanan yang dianggap sangat rentan terinfeksi corona dengan masa tahanan akan berakhir dalam dua tahun ke depan.

Sejumlah gubernur negara bagian pun berada di bawah tekanan untuk membebaskan narapidana lanjut usia dengan risiko infeksi virus corona yang lebih besar.

Untuk itu, pemerintah California dan New Jersey telah menerapkan langkah tersebut.

Melansir data dari Johns Hopkins University, kasus virus corona di AS telah melampaui China, yakni 85.505 kasus, dan sebanyak 1.288 di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

Berdasarkan data newvision.co.ug, Ethiopia hari Rabu mengumumkan akan membebaskan ribuan tahanan dari penjara negara yang penuh sesak sebagai bagian dari upaya untuk mengekang penyebaran virus corona.

Jaksa Agung Adanech Abebe mengatakan kepada media pemerintah langkah itu akan berlaku untuk lebih dari 4.000 tahanan, banyak dari mereka dikurung karena “kejahatan kecil” dan pelanggaran narkoba atau memiliki kurang dari satu tahun tersisa pada hukuman mereka.

“Mengingat sifat penularan virus dan untuk mengakhiri kepadatan di penjara, kasus 4.011 tahanan telah dihentikan dan diberikan pengampunan,” kata Adanech, menambahkan bahwa pembebasan akan dimulai Kamis.

Kondisi di penjara-penjara Ethiopia “keras dan dalam beberapa kasus mengancam kehidupan,” dinodai oleh “makanan dan air, sanitasi, dan perawatan medis yang penuh sesak,” menurut laporan HAM tahunan terbaru tentang Ethiopia dari Departemen Luar Negeri AS.

Selasa malam, Ethiopia telah mengkonfirmasi 12 kasus Coid-19, penyakit yang disebabkan oleh coronavirus, setelah melakukan 480 tes laboratorium, menurut Institut Kesehatan Masyarakat Ethiopia.

Kejaksaan Mesir memutuskan melepaskan 15 tahanan politik dari partai politik kiri dan partai lain yang menunggu persidangan. Al Ahram, pembebasan itu terkait tanggapan terhadap pandemi virus corona yang juga menyebar di Mesir.

Khaled Ali, seorang pengacara yang membela para tahanan politik, mengatakan langkah untuk melepaskan tahanan itu dilakukan di tengah kekhawatiran bahwa keselamatan para tahanan dapat terancam oleh kemungkinan infeksi virus corona.

Mereka yang dibebaskan termasuk analis politik dan profesor dari Universitas Kairo, Hassan Nafaa, pengritik rezim Hazem Abdel-Azim, dan anggota terkemuka Partai Dostour yang berorientasi liberal, Shadi Al-Ghazali Harb.

Mereka menghadapi persidangan atas tuduhan menyebarkan berita palsu, menyalahgunakan media sosial untuk menyebarkan desas-desus, menyiarkan pernyataan dan berita palsu, dan bergabung dengan kelompok yang dilarang. Sebagian besar tahanan ditangkap setelah protes pada 20 September 2019.

Jaksa penuntut mengatakan para terdakwa berusaha mendukung tujuan kelompok Ikhwanul Muslimin yang di Mesir dinyatakan dilarang, dan menggunakan saluran televisi satelit dari Qatar dan Turki yang sangat terlibat dalam menghasut warga untuk memprotes apa yang mereka sebut sebagai Jumat Keselamatan pada tanggal 27 September.

Sedangkan aktivis Abdel-Azim dan Harb, ditangkap pada Mei 2018 atas tuduhan menyebarkan berita palsu, bergabung dengan organisasi terlarang dan menghasut penggulingan rezim.

Mereka yang dibebaskan juga termasuk tujuh anggota Partai Dostour: Ahmad Fadel, Ahmed Al-Rassam, Hilal Samir, Ramadhan Ragab, Amir Eissa, Khaled Sweida, dan Wael Abdel-Hafez.

Partai Dostour didirikan oleh pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Mesir dan diplomat, Mohamed Al-Baradei, pada tahun 2012. Tujuan partai terutama untuk mempromosikan cita-cita Revolusi Januari 2011. Namun, kegiatannya terhenti setelah keretakan internal di antara para pemimpin partai.

Dua anggota oposisi Partai Sosialis Demokrat Mesir juga dibebaskan, yaitu Ahmed Al-Sakka dan Amr Hasouba. Partai ini didirikan pada April 2011 oleh sejumlah aktivis liberal dan sosialis yang menyerukan keadilan sosial dan kebebasan politik.

Anggota partai politik kiri yang dibebaskan adalah Abdel-Aziz Al-Husseini, wakil ketua Partai Karama, serta Nasserist, dan Abeer Al-Safti, anggota Partai Roti dan Kebebasan. Kemudian Karim Abbas, seorang aktivis politik dan blogger, adalah satu-satunya terdakwa independen yang dilepaskan.

Sebelumnya, Organisasi Hak Asasi Manusia Mesir (EOHR) mengatakan dalam sebuah pernyataan pada 16 Maret bahwa pihak penuntut harus mengambil sejumlah langkah mencegah infeksi virus corona di antara penghuni penjara. “Penuntutan harus bergerak cepat untuk melepaskan semua orang yang dalam tahanan yang menunggu penyelidikan, terutama mereka yang menderita jantung dan masalah kronis.

Bagaimana dengan Indonesia? Dalam laman who.int, per 30 Maret 2020 waktu 00.53 GMT+9, terkonfirmasi sebanyak 634.835 kasus, dan kematian 29.957 di 203 negara.

Sedangkan di Indonesia, seperti dilaporkan laman covid19.go.id, per 30 Maret 2020 sebanyak 1.285 kasus, 1.107 orang sedang dirawat, 114 orang meninggal, dan 64 orang sembuh.

Pemerintah telah menetapkan social distancing atau pembatasan sosial dan sekarang menjadi physic al distancing atau jaga jarak untuk memutus rantai penyebaran virus corona.

Tiap hari akan terus meningkat, apalagi penularannya cukup cepat. Hanya bersalaman satu orang yang kena virus saja akan menularkan ke orang lain dan itu jumlah banyak. Meski Indonesia telah belanja obat-obat di Cina dengan  dana yang besar demi mencegah virus covid-19. Itu pun bukan obat vaksinnya melainkan pencegahan.

Jumlah tahanan dan narapidana di seluruh Indonesia sekitar 271. 209 dan tahanan overkapasitas. Jumlah tersebut sangatlah banyak dan mudah berisiko terkena virus corona.

Semestinya Indonesia sudah harus berpikir untuk mengeluarkan tahanan dan narapidana. Satu tahanan atau napi terkena virus covid 19 dikhawatirkan akan tertular kepada 271.209 tahanan dan napi.

Jangan mengganggap remeh virus corona hanya dengan obat pencegahan, pelindung diri dan fasilitas kesehatan. Lebih baik mencegah dari pada pengobatan. Karena masyarakat awam belum memastikan apakah covid 19 adalah senjata kimia atau biologi atau kombinis ataukah murni penyakit (virus). (*)

Penulis adalah mahasiswa Papua di Jayapura

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Sorry. No data so far.

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)